Breaking News:

Advertorial

Takoyaki Disenangi Semua Kalangan

TAKOYAKI, makanan yang berasal dari Jepang saat ini digandrungi pecinta kuliner, termasuk di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung

bangkapos/nordin
Mr Taki Takoyaki yang berlokasi di Gedung Nasional, Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM--TAKOYAKI, makanan yang berasal dari Jepang saat ini digandrungi pecinta kuliner, termasuk di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Makanan yang sering menjadi camilan berbentuk bulat ini disenangi semua kalangan, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak.

Di Pangkalpi­nang, camilan ini cukup mudah ditemui, yakni di samping Gedung Nasional, Kelurahan Gedung Nasional tepatnya daerah perempatan Ropang milik Mr Taki Takoyaki.

Owner Mr Taki Takoyaki, Mahiy Sabil Qolbi mengatakan, mereka sudah hadir sejak 2014 lalu berjualan Takoyaki, yakni di Pantai Pasir Padi dan wilayah Tampuk Pinang Pura.

“Sekarang kami buka di samping Gedung Nasional, kedepan ingin sih buka cabang,” kata Mahiy.

Dia menerangkan, Takoyaki yang dijualnya tersedia dalam beberapa varian isi, seperti gurita, ayam, cumi, udang, keju dan sosis dalam bentuk orisinal dan black.

Untuk topingnya ada keju mozarella, abon sapi dan keju, sedangkan pilihan saus seperti saus takoyaki, keju serta mayonaise.

“Di Mr Taki berbeda dengan takoyaki yang ada di tempat lain, mulai dari penyajiannya, rasanya, bahan-bahan yang diguna­kan termasuk juga harganya, mulai dari Rp13 ribu- Rp 22 ribu per kotak, dan bahan-bahan yang digunakan pilihan dan halal,” ungkap Mahiy.

Mahiy meng­atakan, takoyaki isi udang dan sosis paling digemari pembeli, namun secara umum camilan ini cukup digemari mas­yarakat. Dalam sehari biasanya mereka mampu menjual 27 porsi ke pembeli.

“Kalau camilan ini kan selalu dicari masyarakat, saya lihat takoyaki ini memiliki prospek yang baik kedepannya untuk bisnis,” ujarnya. Mr Taki buka setiap hari dari pukul 16.30 sampai 22.00.

Berawal dari Iseng dan Coba-coba OWNER Mr Taki Takoyaki, Mahiy Sabil Qolbi menyebutkan, usaha yang dijalankannya saat ini berawal dari iseng dan coba-coba, disamping itu kegemarannya dengan masakan Jepang.

Pada waktu itu dirinya memberanikan diri berjualan di depan rumahnya, ternyata pembeli merespon positif takoyaki buatannya dan berlanjut hingga sekarang.

“Sepertinya wiraswasta memang sudah mendarah daging dalam diri saya, sebelum takoyaki ini dulu bermacam usaha yang telah dilakukan,” terang Mahiy.

Menurut Mahiy, usaha kecil menengah di Pangkalpinang sekarang semakin berkembang, dari mulai jenisnya hingga titik-titik lokasi berjualan. Diapun berharap pemerintah melihat peluang ini sebagai upaya mengenalkan dan memajukan daerah.

“Misalnya pemerintah menyiapkan lokasi khusus atau kawasan yang memang khusus untuk berjualan, kendaraan dilarang masuk ke tempat tersebut, me­reka bisa parkir di kawasan yang telah ditentukan, jadi pengunjung berjalan kaki menelusuri jejeran usaha yang digelar pedagang,” ucapnya. (adv/n7/may)

Penulis: iklan bangkapos
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved