Berita Pangkalpinang

Volume Sampah di TPA Parit Enam Per Hari Mencapai 130 Ton

Kondisi ini juga yang menyebabkan bau sampah menyengat hingga ke daerah sekitar. Ditambah lagi pengaruh cuaca dan hembusan angin.

Volume Sampah di TPA Parit Enam Per Hari Mencapai 130 Ton
Bangkapos/Irakurniati
Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningakatan Kapasitas, Yosi Saria. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Volume sampah yang masuk ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) Parit Enam dalam sehari mencapai 130 ton.

Sedangkan lahan yang digunakan saat ini sekitar 4,9 hektar masih tetap kurang untuk menampung sampah yang over kapasitas tersebut.

Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningakatan Kapasitas, Yosi Saria, mengatakan, mengatasi keterbatasan lahan tersebut, pihaknya gencar melakukan sosialisasi dan tahap pengolahan sampah dengan cara 3R (reuse,reduce, recycle).

Sehingga yang dibuang ke TPA menyusut dan hanga merupakan residu atau sisa-sisa akhir. D

ia menuturkan, upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi volume sampah dari sumber pertama.

"Lahan TPA sudah tidak layak lagi, jadi kami lebih menekankan pada pengolahan sampahnya. Dari rumah tangga itu diolah terlebih dulu. Jadi yang biasa berapa ton bisa menyusut," ujar Yosi ditemui di kantornya, Senin (27/1/2020).

Selaim keterbatasan lahan, kendala di TPA juga pada proses sanutari landfill.

Yosi mengatakan, residu sampah yang masuk harusnya ditimbun dengan proses tersebut sehingga menjadi pembusukan dan terurai.

Sanitari landfill membutuhkan tanah dengan banyak 2.000 truk, sedangkan yang terealisasi hanya 600 truk.

Kondisi ini juga yang menyebabkan bau sampah menyengat hingga ke daerah sekitar. Ditambah lagi pengaruh cuaca dan hembusan angin.

"Mau tidak mau kita pakai yang ada saja. Sanitaru landfillnya tidak optimal. Bau busuk yang menyengat itu karena sanitari yang tidak optimal dan keterbatasan lahan," ucapnya.

Sementara untuk TPA Regional dia menuturkan, belum dipastikan operasionalnya karena rencana pembangunan TPA regional yang akan dibangun di Kabupatem Bangka atau Bangka tengah masih belum menemukan titik terang.

Begitu pun dengan pembebasan lahan di sekitar TPA Parit enam, Yosi menyebut, lahan yang akan dibebaskan sekitar dua hektar namun sekitar satu hektar telah digunakan.

Mengatasi permasalahan di TPA ini, pihaknya telah mengusulkan bantuan ke balai prasarana permukiman untuk rehabilitasi.
(Bangkapos.com/Irakurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved