Berita Pangkalpinang

Warga Sekitar TPA Parit Enam Sering Mencium Aroma Busuk, Tak Tahu Harus Melapor Kemana

Menurut Erna (44), selaku Ketua Rt.09/Rw.03, Jalan Nilam Pangkalpinang, warganya sering mencium aroma busuk.

Warga Sekitar TPA Parit Enam Sering Mencium Aroma Busuk, Tak Tahu Harus Melapor Kemana
Bangkapos.com/Suhardi Wiranata
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Parit Enam, Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Warga Jalan Nilam, Bacang, Bukit Intan, Kota Pangkalpinang mengeluhkan, sering mencium aroma tak sedap yang diduga bersumber dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Parit Enam Pangkalpinang.

Menurut Erna (44), selaku Ketua Rt.09/Rw.03, Jalan Nilam Pangkalpinang, warganya sering mencium aroma busuk.

Aroma semakin menyengat jika sudah tertiup angin. Bahkan, sampai jalan raya bau tersebut sudah tercium.

Selain itu aroma busuk juga datang waktu sore hari saat sampah-sampah ditumpuk dan dikeruk kendaraan alat berat, excavator dan backhoe.

"Aromanya ngikut angin, kalo sekarang belum ada. Sore biasanya, pas beko dan eskavator numpukin sampah ke atas," ungkap Erna kepada Bangkapos.com, Senin (27/1/2020) di kediamannya, Jalan Nilam, Pangkalpinang.

Ketua RT terpilih dua periode itu juga mengatakan, terkadang dia merasa bingung ketika mendapatkan laporan dari warganya, pasalnya dia tidak tahu harus melaporkan permasalahan sampah ini kepada siapa.

Erna juga menyebutkan, pada tahun 2017 lalu, masalah keluhan warganya, pernah dilaksanakan rapat pertemuan dengan DPRD Pangkalpinang di Kecamatan Bukit Intan.

Hanya saja tidak pernah mendapatkan jawaban solusi dari pejabat saat itu, hingga sampai tahun 2020 ini.

"Dulu pernah sekitar tahun 2017, rapat di kecamatan, ada orang DPRD Pangkalpinang saya sampaikan masalah bau busuk ini, katanya akan dicarikan solusinya, cuma gak ada sampai sekarang," sesal Erna.

"Selama saya jadi ketua RT di sini belum juga ada bantuan sama kompensasi ke warga kami," keluhnya.

Erna juga menuturkan, kegelisahan warga terkait TPA Parit Enam sudah dirasakan sejak lama. Bahkan, pemerintah Provinsi Bangka Belitung pernah berjanji akan memindahkan TPA, tetapi hingga saat ini belum ada realisasinya.

Naim (48) warga Jalan Nilam juga angkat bicara masalah sampah ini. Ia mengatakan, biar sudah terbiasa dengan aroma sampah, terkadang merasa risih ketika ada tamu yang berkunjung ke rumahnya.

"Saya sih mungkin sudah terbiasa, sebelum ada TPA juga saya sudah di sini dari orang tua dulu. Cuma malunya pas lagi ada tamu," ungkap Naim kepada Bangkapos com saat ditemu di warungnya.

Naim menyambut baik saat ada pihak  berencana untuk mengelola sampah.
"Kemaren pernah ada orang jakarta sama orang Jerman kalo gak salah ke sini (TPA Parit Enam) mau mengelolah sampah untuk tenaga listrik," kata Naim.

(Bangkapos.com/ Suhardi Wiranata)

Penulis: Suhardi Wiranata
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved