Advertorial

BPJS Kesehatan Apresiasi Komitmen Pemerintah Bangka Barat

PEMERINTAH Kabupaten Bangka Barat, komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dibuktikan, dengan terus bertambahnya jumlah peserta

BPJS Kesehatan Apresiasi Komitmen Pemerintah Bangka Barat
ist/Diskominfo Babar
BPJS Kesehatan Apresiasi Komitmen Pemerintah Bangka Barat 

BANGKAPOS.COM - PEMERINTAH Kabupaten Bangka Barat komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dibuktikan, dengan terus bertambahnya jumlah peserta BPJS Kesehatan. Jumlah peserta BPJS bertambah 4.696 orang.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang, Angga Firdauzie, di sela MOU dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat di gedung Operasional Room (OR) 1 Pemkab Bangka Barat, Senin (27/1) mengucapkan terima kasih atas komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Yang Kabupaten lain direview apakah akan terus sampai beberapa bulan, tapi di Bangka Barat ini Alhamdulillah nambah sebanyak 4.696 peserta. Membuktikan komitmen bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tidak ada kese­jahteraan tanpa produktivitas, tidak ada produktivitas tanpa kesehatan. Artinya pemerintah daerah Babar senantiasa komit meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui jaminan kesehatan,” ujar Angga, Senin (27/1).

Menurut Angga, sampai 31 Desember 2019 tercatat, sebanyak 75,38 persen penduduk Bumi Sejiran Setason Babar tercover oleh BPJS Kesehatan.

“Rata-rata dalam sehari, 122 masyarakat peserta JKN mengakses fasilitas kesehatan di berbagai tingkat pelayanan. Atau sebulan sekitar 3.400 yang mengakses pelayanan kesehatan yang dijamin JKN melalui BPJS kesehatan,” bebernya.

MOU bersama BPJS Kesehatan dihadiri Bupati Bangka Barat Markus, Plt Sekda M Effendi, BPOM, kepala OPD, asisten, staf Ahli, camat dan OPD terkait.

Bupati Bangka Barat Markus menyebut penandatangan nota kesepakatan dengan pihak BPJS Keseha­tan dan BPOM, Senin (27/1), merupakan langkah stra­tegis optimalisasi pelayanan publik.

Dengan adanya kerja sama ini diharapkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bisa memanfaatkan peluang yang ada. Sehingga program di masing masing OPD dapat disinergikan sesuai kesepakatan yang ditandatangani.

“Dengan penandatangan kerja sama ini diharapkan adanya landasan hukum yang jelas dalam pemberian jaminan kesehatan nasional bagi penduduk yang didaftarkan pemerintah Babar secara optimal,” ujar Markus.

Selain itu, Melalui MOU ini diharapkan efisensi pembinaan pengawasan obat dan makanan meningkat. Serta meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam memilih produk obat dan makanan yang aman berkhasiat dan bermutu

“Kerja sama ini memberikan dampak signifikan bagi OPD yang ditunjuk menterjemahkan MOU ini dalam bentuk yang lebih teknis guna mendorong pertumbuhan pembangunan yang lebih efektif dan merata di segala sektor ke arah yang lebih baik dan berdampak positif bagi masyarakat luas,” harapnya. (Advertorial/ara/uwa)

Penulis: iklan bangkapos
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved