Berita Sungailiat

Jaksa Dakwa Dul Ketam dengan Pasal Berlapis Terkait Perkara Karhutla

agenda sidang berupa pembacaan surat dakwaan oleh JPU Kejari Bangka, Fengki Indra. Surat dakwaan tersebut dibacakan di hadapan terdakwa

Jaksa Dakwa Dul Ketam dengan Pasal Berlapis Terkait Perkara Karhutla
bangkapos.com / istimewa
Tampak Dul Ketam digelandang Pihak Kejari Bangka menuju Rutan Bukitsemut Sungailiat Bangka, Senin (20/1/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Abdullah alias Dul Ketam, pengusaha lokal asal Kecamatan Merawang Bangka, akhirnya diadili.

Ia 'dimeja hijaukan' atas dakwaan melakukan pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah setempat.

Sidang perdana dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Fatimah di Ruang Sidang PN Sungailiat Bangka, Selasa (28/1/2020).

"Hari ini mulai disidangkan dengan susunan Majelis Hakim, Fatimah, Dewi Sulistiarini dan Arief Kadarmo. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum Fengki Indra dari Kejari Bangka. Terdakwa (Dul Ketam) didampingi Penasihat Hukum (PH), Budiyono," kata Ketua PN Sungailiat, Fatimah diwakili Humas Pengadilan, R Narendra Mohni, usai sidang, Selasa (28/1/2020).

Sementara itu agenda sidang berupa pembacaan surat dakwaan oleh JPU Kejari Bangka, Fengki Indra. Surat dakwaan tersebut dibacakan di hadapan terdakwa didampingi PH dan majelis hakim.

"Dakwaan berbentuk alternatif, yakni pertama melakukan, yang menyuruh lakukan dan turut serta melakukan dengan sengaja membakar hutan," kata Narendra mengutip dakwaan JPU di persidangan.

Dalam dakwaan tersebut JPU menyebutkan, terdakwa diancam Pasal 78 Ayat (3) jo Pasal 50 Ayat (3) huruf d Undang-Undang (UU) Nomor 41 Tahun 1999 tentang kehutanan jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1KUHP atau ke 2 .

"Yaitu melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan membawa alat-alat berat dan atau alat-alat lainnya yang lazim atau patut diduga akan digunakan untuk melakukan kegiatan perkebunan dan atau mengangkut hasil kebun di dalam kawasan hutan tanpa ijin Menteri," katanya.

Perbuatan terdakwa juga diancam Pasal 92 Ayat (1) huruf b jo Pasal 17 Ayat (2) huruf a tentang UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberatasan perusakan hutan jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

"Terhadap surat dakwaan yang dibacakan penuntut umum tersebut, penasihat hukum terdakwa menyatakan mohon waktu untuk menyusun keberatan atau eksepsi terhadap surat dakwaan. Sehingga majelis hakim menunda persidangan dan dilanjutkan Hari Selasa, Tanggal 4 Februari 2020," kata Narendra seraya menyebut, terdakwa Dul Ketam diadili bersama terdakwa Herman, dalam kasus serupa.

Diberitakan sebelumnya soal penangkapan pengusaha asal Kecamatan Merawang, Abdullah alias Dul Ketam dan Herman. Keduanya dituding membakar hutan atau membuka lahan di kawasan hutan.

Terkait penangkapan dan penetapannya sebagai tersangka, Dul Ketam dan Herman kemudian mempraperadilkan Kapolres Bangka dan penyidik.

Namun di penghujung sidang praperadilan, Dul Ketam dan Herman menarik permohonan praperadilannya.(bangkapos.com/ferylaskari).

Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved