Breaking News:

Bangka Belitung Siaga Virus Corona

UD Aneka Buah Tidak Khawatir Soal Virus Corona, Buah Impor Mereka Telah Lalui Proses yang Ketat

Menurutnya, buah yang mereka impor dari luar negeri tersebut sudah melalui proses yang ketat untuk bisa masuk ke wilayah Bangka Belitung.

Penulis: Widodo | Editor: Dedy Qurniawan
bangkapos.com / Widodo
Buah-buahan yang dijual di Toko UD Aneka Buah milik Aming dan Eli di Jalan Batu Kadera Semabung Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Pemilik swalayan pusat buah (UD Aneka Buah) Aming dan Eli tidak mengkhawatirkan soal virus Corona yang saat ini sedang hangat diperbincangkan oleh masyarakat.

Menurutnya, buah yang mereka impor dari luar negeri tersebut sudah melalui proses yang ketat untuk bisa masuk ke wilayah Bangka Belitung.

"Kalau bermasalah pasti ditolak tidak akan ke sini, kita punya bos di luar dan masuk ke Indonesia berapa kali tes di Karantina, tidak segampang itu masuknya," kata Aming kepada Bangkapos.com, Selasa (28/1/2020).

Buah impor yang mereka jual berasal dari luar indonesia seperti Amerika, China dan New Zealand.

"Apel dari Amerika, Apel Fuji dari China, apel Perancis dan Jepang, jeruk, anggur," ujar Aming.

Setiap buah tersebut memiliki jenis-jenisnya misalnya jeruk gentong, jeruk L kiu dengan harga per kilo Rp37 Ribu.

Sedangkan apel dengan harga masih dibawah Rp100 Ribu per kilo.

Selain itu, harga untuk anggur ini sendiri yaitu Rp100 Ribu per kilo khususnya yang premium.

"Yang dari China ini bukan tempat yang kena virus corona, beda provinsinya dan itu pun ada tahapya untuk bisa datang ke Bangka," sebut Eli, istri Aming.

Usaha yang dijalani oleh Aming dan Eli dan beralamat di Jalan Batu Kadera Semabung Kota Pangkalpinang sudah berjalan selama 8 tahun.

Tokonya buka mulai dari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB.

Aming mengatakan, prospek penjualan buah di Bangka mengalami penurunan akibat menurunnya daya beli.

Hal ini berdampak pada menurunnya omzet mereka.

"Kecil omzetnya, beda dari 5-6 tahun yang lalu, sekarang turunnya drastis. misal contohnya jika dulu omzetnya Rp 100 Juta, sekarang hanya Rp 10 Juta.  90 persen bahkan turunnya," kata Aming. (Bangkapos.com / Widodo)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved