VIDEO: Mengulik Keseharian di TPA Paritenam Pangkalpinang, Pemulung Ini Sampai Bawa Cucu

Tak terlihat raut kesal ataupun rewel yang biasa ditampakan anak-anak pada usianya ketika mencium bau sampah

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Satu anak kecil mengenakan baju merah dengan penutup kepala berjalan menelusuri jalan yang penuh tumpukan sampah sambil digandeng seorang wanita berbaju ungu.

Mereka berdua pun berjalan menghampiri seorang pria mengenakan topi.

Anak tersebut dengan wajah datar kemudian duduk sambil memandang hamparan sampah di depannya.

Ridwan (3), nama anak kecil tersebut, ia ternyata dititipkan oleh ibunya yang bekerja di salon kepada kakek dan neneknya yang memulung di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Parit Enam Kota Pangkalpinang.

"Setiap hari sampai siang dititipkan dia ke kita. Ibunya kerja, daripada di rumah sendirian tidak ada yang jaga. Terpaksalah ikut," ujar sang kakek, Solihin (45) saat ditemui bangkapos.com, Selasa(28/1/2020).

Tempat yang Ridwan datangi setiap hari selama dua tahun ini tak bisa dikatakan layak untuk area bermain atau istirahat anak pada umumnya.

Pasalnya, sampah yang terdiri dari berbagai jenis macam ini sudah membentuk bukit yang menjulang tinggi.

Bahkan tak heran terlihat alat berat untuk meratakan sampah-sampah dari seluruh penjuru kota Pangkalpinang yang dibuang di sini.

Tak terlihat raut kesal ataupun rewel yang biasa ditampakan anak-anak pada usianya ketika mencium bau sampah yang menusuk hidung ini.

"Tidak rewel, kadang ada mau pulang tapi gimana pekerjaan belum selesai. Jadi sudah terbiasa ujung-ujungnya," ungkap Solihin Warga Air Mawar Pangkalpinang ini.

Halaman
12
Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Tomi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved