Berita Pangkalpinang

Angkutan Umum di Bangka Belitung Akan Diatur Melalui Program Aglomerasi

Program ini nantinya akan lebih mengedepankan ketersediaan pelayanan dan mengatur ketertiban berlalulintas di Propinsi Bangka Belitung.

Angkutan Umum di Bangka Belitung Akan Diatur Melalui Program Aglomerasi
bangkapos.com / Riki Pratama
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Babel, KA Tajuddin. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung berencana akan mengatur angkutan umum di Propinsi Bangka Belitung dengan melaksanakan pogram aglomerasi.

Program ini nantinya akan lebih mengedepankan ketersediaan pelayanan dan mengatur ketertiban berlalulintas di Propinsi Bangka Belitung.

Kepala Dinas Perhubungan Babel, KA Tajuddin, mengatakan, sekitar 24 perwakilan dari perusahaan dan koperasi angkutan darat Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), serta DPD Organda hadir dalam pertemuan yang dilakukan Senin (27/1/2020).

"Ini kita baru mewacanakan ke arah itu, sesuai program Kementerian Perhubungan, makanya pertemuan dengan operator perusahaan dan koperasi serta organda ini, sebagai langkah awal,"jelas Tajuddin kepada wartawan, Rabu (29/1/2020).

Ia mengatakan Kementerian Perhubungan tengah menciptakan transportasi yang nyaman dalam mengatasi permasalahan angkutan umum melalui peningkatan pelayanan, efisiensi, dan koordinasi.

" Program yang dilakukan melalui aglomerasi ini mengintegrasi dan mengkoordinasi layanan transportasi darat, guna menunjang kelancaran mobilitas masyarakat dan pergerakan barang di daerah,"lanjutnya.

Tajuddin menambahkan, di Kota Pangkalpinang terpisah secara administrasi dengan kota dan kabupaten di sekitarnya, namun pergerakan ekonomi serta aktivitas masyarakatnya berlangsung terbuka dengan mobilitas yang mulai tinggi.

"Diarahkan semuanya terintegrasi dan terkoordinasi, agar penumpang merasa nyaman dalam pelayanan transportasi,”ujarnya.

Program ini, kata Tajuddin menawarkan skema buy the service atau pembelian layanan oleh pemerintah dari penyedia jasa angkutan umum. Melalui pembelian layanan tersebut, para operator bus akan memperoleh subsidi atas jumlah penumpang.

Dia menambahkan Pemerintah akan memberikan subsidi ketika jumlah penumpang bus tidak mencukupi dengan jumlah sheat yang tersedia.

Halaman
12
Penulis: Riki Pratama
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved