Bau Sampah Ibukota Babel Menyebar ke Bandara dan Rumah Warga, Ini yang Jadi Penyebabnya

Bahkan bau tak sedap juga dirasakan penumpang di Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

Bau Sampah Ibukota Babel Menyebar ke Bandara dan Rumah Warga, Ini yang Jadi Penyebabnya
Bangkapos.com / Cici Nasya Nita
Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Paritenam Pangkalpinang, Selasa (28/1/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bau busuk dari sampah warga Kota Pangkalpinang dan sekitarnya menyebar dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Paritenam, Pangkalpinang.

Radiusnya pun menjangkau sampai ratusan meter dari lahan seluas 4,6 hektare (ha) tersebut.

Bahkan bau tak sedap juga dirasakan penumpang di Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

Hal ini diungkapkan Manager of Airport Maintenance Angkasa Pura II Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Yan Setiadi.

"Sudah banyak yang mengeluh terutama dari tamu-tamu yang bapak dampingi saat di terminal. Terutama kalau angin bertiup dari arah utara (TPA) tersebut," ungkap Yan, Selasa (28/1/2020).

Sedangkan warga di sekitar Bandara Depati Amir dan permukiman penduduk kawasan Jalan Nilam, Kelurahan Bacang, Pangkalpinang mengungkapkan masalah yang sama.

"Kita sering mencium bau busuk, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Salah kita juga, sampah kita juga dan itu sampahnya sudah lama dan bertahun-tahun," ungkap Tini (45) warga Jalan Nilam, Selasa.

Meski mengeluh karena bau busuk terasa menusuk ke dalam hidup, Tini hanya bisa pasrah.

Kondisi semakin bertambah parah ketika turun hujan ada kegiatan pembongkaran tumpukan sampah.

"Paling tidak tahan baunya ketika hujan turun, ada angin membawa ke arah sini. Selain itu ketika pembongkaran, sampah yang di bawah ditarik ke atas. Bau busuk semakin menyengat," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved