Trafficking di Pangkalpinang

ABG Korban Trafficking Asal Bandung Diberikan Target Layani 10 Pria per Bulan Dibayar Murah

pada waktu bekerja handphone mereka disita oleh Pihak pengelola guna mengamankan aduan dari mereka atas pekerjaannya.

Bangkapos.com/Yuranda
Suasana Introgasi terhadap korban trafficking, di ruang Unit PPA Polres Pangkalpinang. Kamis (30/1/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- NAL (19) warga Bandung mengakui telah dijual oleh pihak Kafe Teluk Bayur, Kelurahan Pasir Putih, Pangkalpinang.

Saat itu mereka diajak bekerja sebagai pemandu lagu namun bukan itu malah disuruh melayani hidung belang.

"Kami disuruh melayani pria hidung belang, taripnya shot time Rp 300, dan long time 500 ribu, itu pun masih dipotong oleh mereka setengahnya, " kata NAL (19) di ruang Unit PPA Polres Pangkalpinang, Kamis (30/1/2020).

Kata dia, pada waktu bekerja handphone mereka disita oleh Pihak pengelola guna mengamankan aduan dari mereka atas pekerjaannya.

"Kami harus kerja target melayani pria 10 orang, dalam satu bulan. Kami datang kesini sudah ada hutang, saya baru 5 bulan disini hutang sudah Rp 4 juta lebih," kata dia.

Pada saat, razia tersebut mereka berempat disekap di kamar mandi, supaya tidak ketahuan karena mereka ada disana.

"Kami pun mendapat tekanan, dan pelakuan kasar dari tamu, " ujarnya.

Kabag Ops Polres Pangkalpinang mengatakan menurut keterangan korban, umur mereka belum dewasa. Tetapi dipaksakan dalam identitas harus dewasa, hinggal 18 tahun ke atas.

"Karena didalam laporan ke Pak RT, tersebut tidak menerima bila ditemukan, dibawah umur tersebut, rata umurnya di tuakan, " ujar Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang, Kamis (30/1/2020) di Polres Pangkalpinang. 

*Layani Tamu

Halaman
1234
Penulis: Yuranda
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved