Berita Pangkalpinang

Apoteker Sebut Pahami Dulu Obat Herbal Sebelum Diminum Perhatikan Juga Efek Samping

Obat tradisional sesuai keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK 00.05.4.2411 tentang ketentuan pokok

bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Apoteker Farmasi Klinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Apt. Sudarsono M.Sc. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Apoteker Farmasi Klinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Apt. Sudarsono M.Sc mengatakan obat herbal atau obat tradisional, kearifan lokal boleh dikonsumsi.

Akan tetapi harus memahami terlebih dahulu baik khasiat dan kandungan obat herbal.

"Obat herbal atau tradisional ini memang sekarang perkembangannya sudah pesat dan diakui oleh Indonesia serta diakui BPOM," kata Sudarsono saat ditemui bangkapos.com di RSUD Depati Hamzah, Kamis (30/1/2020).

Obat tradisional sesuai keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK 00.05.4.2411 tentang ketentuan pokok pengelompokan dan penandaan obat bahan alami Indonesia dibagi menjadi tiga golongan meliputi Jamu, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka.

"Ketiga jenis tersebut memiliki klasifikasi tersendiri. Bila jamu biasanya dari turun temurun, kalau obat herbal sudah ada pengujian secara ilmiah. Serta fitofarmaka sudah diuji secara ilmiah dan dipraktekkan kepada manusia, dan logo pun berbeda-beda," jelas Sudarsono.

Lebih lanjut, ia menerangkan pihak medis biasanya tidak berani bila menyarankan kepada pasien untuk mengkonsumi jamu dan obat herbal.

"Karena ada tingkat-tingkatan pengujian obat tradisional, biasanya jenis fitofarmaka yang biasa disarankan para dokter karena memang kategori pengujian lebih tinggi," ujarnya.

Sudarsono sempat menceritakan mengenai pasien yang pernah mengalami efek samping kurang baik ketika mengkonsumsi jamu yang tidak jelas produksi dan berefek fatal terhadap organ tubuh.

"Sebaiknya tidak mengkonsumsi jamu yang tidak jelas produksi sebab pernah kejadian pasien mengalami overdosis karena jamu tersebut kadang mengandung OBK (Obat Bahan Kimia) dan ia juga mengkonsumsi obat dengan kandungan yang sama sehingga overdosis," cerita Sudarsono.

Selain efek sampingnya overdosis, kadang pengkonsumsian jamu tidak jelas juga mengalami kerusakan organ seperti ginjal, serta mengalami efek samping muka bengkak (moon face).

Ia juga menyarankan kepada para pasien dalam mengkonsumsi obat tradisional harus memahami terlebih dahulu produksi obat tersebut, kandungan, dan khasiat obatnya, bila perlu saat membeli di Apotek untuk bertanya terlebih dahulu kepada Apotekernya. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved