Breaking News:

Trafficking di Pangkalpinang

Korban Trafficking Diiming-iming, Tertarik Lalu Terjebak

semakin menipisnya peluang kerja di daerah asal, dapat mendorong para korban tertantang untuk mengadu nasib di luar tanah kelahiran mereka.

Penulis: | Editor: Hendra
bangkapos.com / Jhoni Kurniawan
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapil Kabupaten Bangka Selatan, Rina Tarol 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Faktor penyebab banyak terjadinya kasus perdagangan manusia (trafficking) oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, adalah rasa ketidakpuasan atas pola hidup sehari-hari para korban.

"Pastinya kan mereka (korban) itu diiming-imingi. Dikasih itulah, inilah ketika mereka mau ikut bekerja ataupun bepergian ke luar daerah. Jadi mereka tertarik, lalu terjebak," jelas Anggota DPRD Provinsi Babel, Rina Tarol kepada Bangkapos.com, ketika dimintai tanggapannya, Kamis (30/1/2020).

Menurutnya, ajakan yang dilakukan pelaku trafficking tersebut, menjadi daya tarik tersendiri bagi korban.

Ditambah dangan kondisi semakin bertambahnya beban hidup di masa sekarang ini.

Dengan tingginya biaya hidup, serta semakin menipisnya peluang kerja di daerah asal, dapat mendorong para korban tertantang untuk mengadu nasib di luar tanah kelahiran mereka.

"Kita tahu, sekarang ini banyak kok muda-mudi yang terpengaruh tren masa kini. Akibat keinginan mereka inilah, sehingga memaksakan diri bergaya hidup yang tidak semestinya," ucap Rina.

"Karena kan, bisa saja ada yang memaksakan keinginan, tapi (mohon maaf) kondisinya serba kekurangan. Maka dari itu, dimanfaatkanlah oleh mereka (pelaku)," lanjutnya.

Untuk itu, Rina pun berharap banyak dengan pihak terkait agar dapat menyelesaikan kasus trafficking yang dapat merenggut masa depan para remaja ini setuntas-tuntasnya.

Selain itu, peran orang tua dalam memberikan nasehat terkait perilaku hidup sang anak, dinilainya juga sangat penting. Karena orang tua lebih mengetahui sisi terdalam kehidupan anak.

"Ya kita sebagai orang tua juga jangan sampai lalai. Kita tahu zaman udah susah. Setidaknya berikan pengetahuan pada anak, bahwa ini loh yang seharusnya dilakukan, ini loh solusinya. Jangan sampai terlambat," tutupnya.

(Bangkapos/Ramandha)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved