Breaking News:

Trafficking di Pangkalpinang

Molen Kutuk Keras Praktik Human Trafficking dan Eksploitasi Anak di Lokalisasi Teluk Bayur

Sebelumya diberitakan, Polres Pangkalpinang berhasil mengungkap praktik perdagangan manusia (human trafficking) di wilayah hukum Polres Pangkalpinang.

Penulis: | Editor: Dedy Qurniawan
Bangkapos.com / irakurniati
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) angkat bicara mengenai kasus human trafficking dan eksploitasi terhadap anak yang terjadi di lokalisasi Teluk Bayur, Pangkalpinang.

Sebelumya diberitakan, Polres Pangkalpinang berhasil mengungkap praktik perdagangan manusia (human trafficking) di wilayah hukum Polres Pangkalpinang.

Empat korban pada kasus ini adalah cewek bandung. Tiga di antaranya masih di bawah umur.

Keempatnya berhasil diamankan Polres Pangkalpinang. dari Cafe Podomoro 2 Cikita, kawasan lokalisasi Teluk Bayur, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Bukitintan, Pangkalpinang, Rabu (29/1/2020).

Molen mengutuk keras eksploitasi yang dilakukan terhadap perempuan, terutama anak di bawah umur yang dipaksa meladeni nafsu syahwat pria hidung belang. 

Menurut Molen, kasus ini sangat berbahaya sama seperti narkoba sehingga harus diberantas hingga ke akar-akarnya. 

"saya mengutuk keras eksploitasi apalagi di bawah umur diperlakukan seperti itu. Tidak main-main, sikat habis dan harus diberantas kasus ini," kata Molen, Kamis (30/1/2020).

Dia mengatakan, Pangkalpinang sebagai jantung ibu kota Provinsi Babel menyedot perhatian untuk melakukan transaksi jasa di kota dengan julukan kota beribu senyuman ini.

Untuk itu, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan TNI-Polri dalam melakukan penegakan hukum dan menciptakan kondisi aman, nyaman di Pangkalpinang. 

Molen Sebut Teluk Bayur Akan Ditata Secara Bertahap

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved