Breaking News:

Trafficking di Pangkalpinang

Molen Kutuk Keras Praktik Human Trafficking dan Eksploitasi Anak di Lokalisasi Teluk Bayur

Sebelumya diberitakan, Polres Pangkalpinang berhasil mengungkap praktik perdagangan manusia (human trafficking) di wilayah hukum Polres Pangkalpinang.

Penulis: | Editor: Dedy Qurniawan
Bangkapos.com / irakurniati
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) 

Salain itu Molen menyatakan, kawasan Teluk Bayur akan ditata secara bertahap.

Penataan akan dilakukan mulai dari infrastruktur dan rencana pembangunan kawasan ekonomi terintegrasi bersama pemerintah provinsi Bangka Belitung. 

Menurut Molen, pemerintah kota Pangkalpinang saat ini sudah mulai membenahi akses jalan di kawasan tersebut.

Begitu pun dengan penerangan lampu jalannya.

Kedepan, rencananya pemerintah kota akan mengelola aset seluas satu hektar yang rencananya dibangun yayasan dan masjid.

Dia menuturkan, lahan di sana akan dikelola dengan mendirikan tempat ibadah sehingga tidak ada lagi stigma negatif Teluk Bayur ke depannya. 

"akan kami tertib dan rapikan secara perlahan. Kami ingjn lingkungan itu menjadi bagus, baik dan positif sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi disitu," ucap Molen saat dikonfirmasi, Kamis (30/1/2020). 

Dia mengatakan, mengenai rencana pembangunan kawasan ekonomi bersama pemerintah provinsi merupakan wacana kedepan yang masih dibahas dan belum disepakati.

Sembari menunggu rencana tersebut, pihaknya tetap fokus pada perbaikan infrstruktur dan mendorong masyarakat mengerjakan hal positif.

Misalnya, kata Molen, di kawasan tersebut melalui swadaya masyarakat mereka telah membangun masjid dan pihaknya tentu akan menambah lagi infrastruktur maupun pembangunan kawasan tersebut. 

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved