Sabtu, 2 Mei 2026

HEBOH Bakso Tikus hingga Temuan Mirip Kaki Tikus Faktanya Tak Begitu, Ini yang Sebenarnya

kalimat yang pas atas perbuatan pelanggan menyebarkan informasi hoaks bakso kaki tikus di Madiun

Tayang:
berrykitchen.com
Ilustrasi Bakso 

BANGKAPOS.COM 

- Kecerobohan orang bisa mencelakakan orang lain. Begitu kalimat yang pas atas perbuatan pelanggan menyebarkan informasi hoaks bakso kaki tikus di Madiun yang viral di medsos.

Padahal, informasi yang dibagikan di status WhatsAppnya hanya dugaan. Namun menjadi viral dan menakut-nakuti orang lain.

Bahkan, akibat ulah pelanggan wanita tersebut, omzet penjual turun drastis dari kisaran Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta per hari, kini hanya dapat Rp 50.000 sampai Rp 70.000.

Kecerobohan tersebut dilakukan oleh seorang konsumen bakso di Pilangkenceng, Madiun, Jawa Timur bernama Ajeng.

Ajeng mengunggah video mengenai bakso diduga berbahan daging tikus. Video viral itu menerangkan temuan potongan yang diduga bagian kaki tikus pada bakso.

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono memastikan, bagian tersebut bukan potongan kaki tikus.

"Potongan itu bukan kaki tikus melainkan bagian dari organ dalam mulut sapi," ungkap Ruruh, seperti dilansir dari Antara, Jumat (31/1/2020).

Hasil tersebut didapat setelah polisi membawa sampel bakso ke laboratorium Balai Veteriner di Boyolali, Jawa Tengah.

Kapolres menjelaskan, potongan diduga kaki tikus yang terdapat pada sampel bakso tidak berkuku.

Sedangkan pada struktur kaki tikus yang asli terdapat kuku.

Kemudian, pada potongan yang diduga kaki tikus itu tidak terdapat telapak kaki dan tulang.

Padahal, struktur kaki tikus yang asli memiiki telapak kaki dan tulang.

"Terdapat tiga perbedaan yang menyimpulkan bahwa potongan itu bukan kaki tikus," kata Kapolres.

Diminta lapor

Polisi meminta, warga berhati-hati saat menggungah sesuatu ke media sosial.

Kapolres mengimbau, warga melaporkan kejadian semacam itu pada polisi terlebih dahulu daripada mengunggah dan membuatnya viral.

"Ke depan, jika terdapat kecurigaan bahan baku makanan berbahaya pada kuliner yang dijual umum hendaknya langsung melapor ke polisi dan bukan diviralkan.

Hal itu agar tidak meresahkan masyarakat, merugikan pemilik usaha dan segera ditindaklanjuti oleh polisi," jelas Ruruh.

Sementara penjual bakso yang dituduh menggunakan daging tikus, Sugeng Riadi mengaku omzetnya turun drastis semenjak isu tersebut menyebar.

Sebelumnya, ia mengaku mendapatkan Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta dalam sehari.

"Setelah viral, bakso yang saya jual hanya laku Rp 50.000 - Rp 70.000," katanya.

Berita ini sudah tayang di Surya dengan judul Benda Mirip Potongan Kaki Tikus di Dalam Pentol Bakso yang Viral di Madiun Ternyata Benda Ini

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved