Profil
dr Liyah Giovana, Sp.P, Tiga Kali Evakuasi Jarum Pentul dari Saluran Pernafasan
Selama bekerja menjadi dokter di Bangka sudah tiga kali dirinya berhasil mengevakuasi jarum pentul yang tertelan masuk ke saluran pernafasan pasien
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM--Potret dokter spesialis paru yang cantik dan awet muda ini menjadi perhatian di media sosial miliknya karena selama bekerja menjadi dokter di Bangka sudah tiga kali dirinya berhasil mengevakuasi jarum pentul yang tertelan masuk ke saluran pernafasan pasiennya.
Dokter yang cukup aktif bermedsos ini pernah memposting video proses operasi pengangkatan jarum pentul pada pasiennya. Tak ayal para pengikut akunnya memuji kesuksesan dokter kelahiran Jakarta 16 Agustus 1978 itu karena berhasil menyelamatkan pasiennya.
Dokter Liyah menuturkan, mengeluarkan jarum dari dalam saluran pernapasan adalah tantangan terbesarnya menjadi dokter spesialis paru.
"Bersyukurnya di RSUP Ir Soekarno peralatannya sudah lengkap, salah satu kompetensi kita adanya bronkoskopi, yang kita masukkan melalui mulut untuk melihat ke dalam saluran pernapasan itu, dan penjepitnya itu kecil banget jadi memang butuh keahlian khusus. Dan saya bersyukur sekali bisa ditempatkan di RSUP Ir Soekarno yang peralatannya sudah lengkap," ungkapnya saat ditemui Bangkapos.com, Sabtu (01/02/2020).
Ia mengatakan, hingga saat ini telah mengeluarkan sebanyak tiga jarum yang tidak sengaja tertelan oleh pasiennya, dan ketiganya memiliki kesulitan yang berbeda-beda.
"Rata-rata itu kasus pada anak SMP yang tidak sengaja mengigit jarum pentul lalu tertelan. Yang terakhir saya keluarkan itu agak lebih sulit dari sebelumnya, karena sudah masuk ke saluran pernapasan yang kecil, jadi agak lebih susah mengambilnya, tentu jadi tantangan yang luar biasa bagi saya," tuturnya.
Selain kasus tertelan jarum pentul, dokter Liyah juga sudah sering sekali menangani permasalahan dengan sakit paru, mulai dari TBC, paru-paru basah, hingga kanker paru-paru.
dr Liyah Giovana merupakan sarjana lulusan kedokteran Universitas Taruma Negara Jakarta, dan mengambil spesialis paru di Universitas Indonesia (UI).
Ibu dua orang anak ini telah menjadi dokter sejak tahun 2007. Meski super sibuk, namun perempuan yang hobi olahraga ini mengaku selalu bisa membagi waktunya dengan keluarga. Baginya, keluarga tetap menjadi prioritas, di tengah aktivitasnya yang menuntut untuk selalu siap dipanggil kapan saja.
Ia mengungkapkan, jadi seorang dokter bukan hanya soal materinya, akan tetapi totalitas untuk benar-benar bertujuan pengabdian kepada masyarakat.
"Kalau soal materi itu bonus lah, tapi niatkan benar-benar dalam hati kita untuk pengabdian kepada masyarakat. Memberikan yang terbaik untuk seluruh pasien, yang pasti ada kebanggaan kalo ngobatin orang, lalu mereka sehat kembali, sebuah ketulusan yang kita berikan berbalas, mereka pasti inget kita terus, itu suatu kebahagiaan bagi saya," ungkapnya. (Bangkapos/Andini Dwi Hasanah)
Nama: dr Liyah Giovana, Sp.P
TTL : Jakarta, 16 Agustus 1978
SD: St Aloysius I Tangerang
SMP: Santa Maria 2 Tangerang
SMA: SMAN 2 Tangerang
S1 : Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara
S2: Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Universitas Indonesia
Kerja:
1.RSUD Depati Bahrin
2.RSUD Provinsi Dr (HC) Ir. Soekarno
3.RS Arsani
Nama Suami ; Rudy, SE
Anak:
1. Chatlyne Abygael
2. Nicky Ray Boenardy
Moto hidup: Life is beautiful when you're not a complainer
Hobi: Olahraga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/dr-liyah-giovana-spp.jpg)