Sudah Dicek Belum? Ini Dampak Oli Mesin Jarang Diganti

Selain itu, oli mesin mampu mencegah terjadinya benturan antara logam dengan logam komponen mesin.

Sudah Dicek Belum? Ini Dampak Oli Mesin Jarang Diganti
via kompas.com
Mengganti oli bisa dilakukan sendiri. (tqn) 

Sudah Dicek Belum? Ini Dampak Oli Mesin Jarang Diganti

BANGKAPOS.COM - Oli mesin jarang diganti akan berakibat pada banyak hal sebab oli pada kendaraan mempunyai peran vital.

Oli Mesin jarang diganti akan berdampak pada fungsi mesin pasalnya fungsi oli adalah untuk melumasi sejumlah komponen pendukung lainnya.

Pendingin sekaligus untuk menyekat setiap bagian di dalam mesin juga akan berpengaruh jika oli mesin jarang diganti.

Selain itu, oli mesin mampu mencegah terjadinya benturan antara logam dengan logam komponen mesin.

Oli juga mempunyai fungsi untuk mencegah terjadinya goresan dan keausan pada mesin.

Maka dari itu, kondisi oli harus diperhatikan, salah satunya dengan melakukan penggantian secara rutin.

Jangan malas dalam melakukan penggantian oli, karena jika sampai kendaraan kehabisan akibatnya bisa fatal.

Kepala Mekanik AHASS Honda Cahaya Sakti Motor, Sragen, Jawa Tengah (Jateng) Joko Purnomo mengatakan, motor yang kehabisan oli bisa merusakan bagian dalam mesin.

“Mulai dari piston, ring piston, poros engkol, dan bagian yang lainnya. Sehingga akibatnya memang sangat parah karena menyebabkan aus pada beberapa komponen,” kata Joko kepada Kompas.com, Minggu (2/2/2020).

Penggantian oli mesin untuk sepeda <a href='https://bangka.tribunnews.com/tag/motor' title='motor'>motor</a> skutik

Otomania/Setyo Adi Penggantian oli mesin untuk sepeda motor skutik

Joko juga mengatakan, jika kerusakan cukup parah mau tidak mau harus dilakukan bongkar mesin atau turun mesin. Biaya pengerjaannya pun tidak sedikit, karena bisa mencapai jutaan rupiah.
“Ya kalau sampai harus turun mesin biayanya lumayan besar bisa mencapai jutaan rupiah tergantung bagian yang rusak. Karena banyak bagian yang harus diganti,” ujarnya.
Kisaran tersebut untuk motor yang masih menggunakan karburator. Joko menambahkan, jika motor sudah menganut sistem injeksi maka biayanya akan lebih besar.
bongkar cvtFathan bongkar cvt
“Jika kerusakan itu terjadi pada motor yang sudah injeksi maka biayanya juga akan lebih besar lagi,” ucapnya.
Maka dari itu, Joko pun menyarankan kepada para pemilik motor agar tidak lupa melakukan pengecekan kondisi oli mesin. Jika sudah lama, sebaiknya oli segera diganti dengan yang baru.
“Idealnya penggantian oli mesin itu antara 2.000 kilometer sampai dengan 2.500 kilometer,” kata Joko.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Akibatnya jika Malas Mengecek Oli Mesin Sepeda Motor"
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved