Berita Pangkalpinang

Haji Awi Jual Cabai Keluar Daerah Demi Jaga Kestabilan Harga dan Kesejahteraan Petani di Babel

Haji Awi menyebutkan menjual cabai keluar daerah yang mereka lakukan sudah berjalan kurang lebih sekitar 3 atau 4 hari.

Haji Awi Jual Cabai Keluar Daerah Demi Jaga Kestabilan Harga dan Kesejahteraan Petani di Babel
Bangkapos/widodo
Pedagang cabai rawit dan cabai kriting di pasar Atrium Jalan Trem Kota Pangkalpinang yang siap di ekspor diberbagai luar daerah. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Haji Awi merupakan satu diantara pelaku usaha yang telah memulai dari 30 tahun yang lalu. Usaha yang dimilikinya yaitu di Atrium Jalan Trem dekat Ramayana Pangkalpinang.

Menurut Haji Awi di Bangka Belitung sekarang lagi tren petani-petani mulai sering menanam cabai kecil dan besar sehingga hasil sekarang cabai kecil dan besar sudah membludak hasilnya atau panen raya khususnya di Babel.

"Kalau kita hanya memasarkan hanya di Bangka Belitung otomatis daya beli masyarakat rendah sedangkan barangnya banyak, jadi antisipasi dari beberapa teman pelaku usaha mulai jual ke Provinsi lain," kata Haji Awi kepada Bangkapos.com, Senin (03/02/2020).

"Kita coba kirim di sana, kita cek harga di sana berapa dengan ongkos, yang penting harganya tidak jatuh," tambahnya.

Haji Awi menyebutkan menjual cabai keluar daerah yang mereka lakukan sudah berjalan kurang lebih sekitar 3 atau 4 hari.

"Alhamdulillah kita coba sudah 3 atau 4 hari kita kirim ke Jakarta, di Palembang juga kita kirim alhamdulillah cocok," ungkapnya.

Tujuannya dari menjual cabai keluar daerah supaya bisa mensejahterakan para petani cabai karena harga di kota-kota besar menstabilkan harga-harga juga dan Harapan Haji Awi kedepannya tetap berjalan seterusnya.

Untuk penghasil cabai berasal dari wilayah Bangka Barat, Payabenua, Mendo, Balunijuk dan Penagan.

Cabai lokal tersebut diekspor keluar dengan tujuan Haji Awi yang mewakili pelaku usaha teman-teman usaha mensejahterakan petani sehingga harga cabainya tidak jatuh di Pangkalpinang.

Haji Awi menjelaskan harga-harga yang diekspor, beli ke petani maupun harga yang dijual di daerah Pangkalpinang.

"Cabai rawit yang diekspor harganya kisaran Rp 50 Ribu dengan ongkos kargo Rp 11 Ribu, harga beli ke petani Rp 35 Ribu dan untuk jual di Pangkalpinang kisaran harga Rp 40-45 Ribu," jelas Haji Awi.

Dalam satu hari ekspor cabai ke luar Bangka Belitung menurut keterangan Haji Awi bisa mencapai satu Ton cabai yang berasal dari daerah-daerah Bangka Belitung.

"Jadi tujuan kami selaku usaha meskipun saya legislatif tapi ingin membantu, mementingkan kesejahteraan masyarakat supaya perekonomian kita di Babel ini bersetarap dengan provinsi lain," ungkap Haji Awi.

"Alhamdulillah saat ini kita menjadi produsen cabai rawit sama cabai kriting untuk disegala Kecamatan, Kota dan Kabupaten Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Induk, Bangka Selatan. (Bangkapos.com / Widodo)

Penulis: Widodo
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved