Breaking News:

Virus corona

Pria di Filipina Meninggal Dunia Akibat Virus Corona, Menjadi Kematian Pertama di Luar China

Korban meninggal dunia pertama di Filipina ini merupakan kematian pertama di luar daratan China.

Oriental Daily
Potret dokter dan perawat tidur karena kelelahan merawat ratusan pasien virus corona 

Setelah terbit, gambar tersebut ternyata mendapat sorotan dari China.

Melalui kedutaan besarnya, negara adidaya Asia tersebut menuntut pihak media Denmark melakukan permintaan maaf ke publik.

Dalam sebuah pernyataan, kedubes China menulis bahwa gambar tersebut merupakan "penghinaan terhadap Tiongkok", dan bahwa hal itu "melukai perasaan rakyat Tiongkok".

"Penyebaran virus corona jenis baru saat ini telah menghilangkan setidaknya 81 nyawa berharga. Pada saat yang sama ketika pemerintah China dan masyarakatnya melakukan segala cara untuk memerangi ancaman kesehatan ini, pihak Jyllands-Posten telah menerbitkan gambar satir karya Niels Bo Bojesen yang merupakan penghinaan terhadap China dan menyakiti perasaan warga," tulis kedutaan besar China.

"Selain kurangnya bentuk simpati atau empati, (kartun tersebut) telah melampaui batas etika masyarakat dan kebebasan berekspresi, serta menghina hati nurani manusia," lanjut pernyataan itu.

"Kami benar-benar marah dan menuntut agar Jyllands-Posten dan Niels Bo Bojesen menyadari kesalahan mereka dan secara terbuka meminta maaf kepada warga China," pungkasnya.

Redaktur pelaksana surat kabar tersebut menyatakan tidak ada maksud penghinaan atas gambar yang dimuat.

"Gambar itu tidak bermaksud mengejak atau merendahkan China," kata redaktur pelaksana Jyllands-Posten, Jacob Nybore kepada penyiar TV2.

"(Kami) menggambar bendera dan mengilustrasikan virus corona tersebut menggambarkan bahwa mereka (China) sedang berjuang melawan virus tersebut. Itu saja," katanya.

Sejauh ini, kasus infeksi virus corona telah mencapai lebih dari 4000 pasien.

Sejumlah kasus virus corona juga telah masuk beberapa negara seperti, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Nepal, Vietnam, Kanada, Saudi Arabia, Singapura, Amerika Serikat, Prancis dan Australia.

Virus Corona di Jepang

Sebelumnya, seorang pria di Jepang terinfeksi virus corona meskipun tidak memiliki catatan kunjungan ke China.

Kasus infeksi pria ini, dilansir Channel News Asia, dilaporkan melalui otoritas Jepang pada Selasa (28/1/2020).

Pihak otoritas Jepang yang sedang menyelidiki infeksi ini menyebut pria ini tampaknya terkena virus lantaran menjadi supir seorang turis yang baru datang dari Wuhan.

Pria berumur 60-an yang tidak disebutkan namanya ini berasal dari daerah Nara, wilayah Barat Jepang.

Menyupiri Turis Wuhan

Berdasarkan pengakuan, pria ini pernah mengantarkan dua grup turis asal Wuhan pada awal Januari 2020.

Kini, ia berakhir di rumah sakit dengan infeksi virus corona pada tubuhnya, pada Sabtu (25/1/2020).

Gejala yang ia alami seperti flu dan demam, mengakibatkan ia harus menginap di rumah sakit.

Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato mengatakan bahwa negaranya telah mengonfirmasi dua kasus baru masuk di negara sakura.

Sehingga total infeksi virus corona di Jepang mencapai 6 kasus.

"Satu dari mereka padahal tidak pernah berkunjung ke Wuhan, dan mengantarkan rombongan turis dari Wuhan di sebuah bus selama dua kali pada Januari," kata Katsunobu Kato.

Lebih jauh lagi, pihak Kementerian Kesehatan Jepang yang dikonfirmasi AFP mengatakan 'tidak pernah ada informasi' si pria tersebut bepergian ke China, termasuk Wuhan.

"Apabila ini benar, mungkin ia telah terinfeksi rombongan turis dari Wuhan. Jika demikian, maka (pria itu) dapat menjadi orang pertama (yang tidak pernah ke China) yang dapat mentransmisikan virus ke orang lain di Jepang," kata otoritas resmi Jepang.

Sejauh ini kasus virus corona di Jepang dilaporkan muncul karena adanya sejumlah orang yang datang dari Wuhan.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)

Editor: khamelia
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved