Berita Pangkalpinang

Bukan Hanya SD Negeri 14 Pangkalpinang, Ternyata Hampir Semua Sekolah Kekurangan Ruangan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pangkalpinang tiap tahun selalu mengajukan perbaikan maupun penambahan untuk ruangan kelas di Sekolah Dasar

Bukan Hanya SD Negeri 14 Pangkalpinang, Ternyata Hampir Semua Sekolah Kekurangan Ruangan
bangkapos.com/Ira Kurniati
Kasi Sarpras Dindikbud Pangkalpinang, Ali Mudin 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasi Sarana Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Ali Mudin, mengatakan, pihaknya tiap tahun selalu mengajukan perbaikan maupun penambahan untuk ruangan kelas di Sekolah Dasar maupun Menengah Pertama.

Hanya saja, keterbatasan APBD tidak mampu menyokong kebutuhan tersebut sehingga mereka mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

Tak sampai disitu, Ali menyebut usulan DAK belum sepenuhnya dipenuhi oleh pemerintah sehingga pihaknya pun harus membagi-bagi anggaran ke sekolah yang terlebih dulu mengajukan kondisi sekolah dan dianggap krusial.

Mengenai SD Negeri 14 Pangkalpinang yang tak punya ruang guru, Ali menuturkan kondisi tersebut memang sudah lama berlangsung.

Namun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pangkalpinang baru mengetahui saat usulan dari sekolah pada 2019 lalu. Sedangkan dana untuk 2020 sudah dialokasikan ke sekolah lain.

"Mereka baru mengajukan ke kami. Tidak bisa kalau langsung diperbaiki. Usulan mereka kami ajukan, tahun berikutnya baru bisa direalisasi. Misalnya tahun 2019 mereka ajukan, APBD sudah ditetapkan porsinya untuk kegiatan apa saja, jadi mau tidak mau kami ajukan 2020 dan realisasi 2021," kata Ali Mudin, Selasa (4/2/2020).

Pihaknya berupaya untuk perbaikan sarana prasarana sekolah, namun karena keterbatasan anggaran dan mempertimbangkan lahan sekolah yang sempit. Menurut Ali, kondisi kekurangan ruangan bukan hanya di SD Negeri 14 Pangkalpinang saja, tapi hampir seluruh sekolah SD bahkan SMP di Pangkalpinang.

Diakuinya, sejak 2017 lalu pihaknya telah mengajukan penambahan 36 ruangan (SD dan SMP) dan 108 ruangan direnovasi. Sayangnya hingga 2020 belum teralisasi bahkan separuhnya pun belum.

"Memang banyak yang belum. Bahkan hampir semua kekurangan ruangan, harus diperbaiki. Tapi kami bertahap dan mengharapkan DAK karena lebih besar dananya," kata Ali.

Setiap sekolah dipersilahkan mengusulkan penambahan maupun perbaikan ruangan kelas dan pihaknya akan menampung. Hanya saja, DAK yang dipakai nanti menyesuaikan dengan kondisi sekokah yang dianggap paling krusial.

Halaman
123
Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved