Berita Pangkalpinang

DPRD Pangkalpinang Minta Sarpras Sekolah Jadi Prioritas RKPD

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Pangkalpinang, Arnadi mengaku prihatin dengan kondisi sekolah-sekolah yang ada di Pangkalpinang.

DPRD Pangkalpinang Minta Sarpras Sekolah Jadi Prioritas RKPD
Bangkapos/irakurniati
Ketua Fraksi PKS DPRD Pangkalpinang, Arnadi saat mengunjungi SD Negeri 14 Pangkalpinang, Selasa (4/2/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Pangkalpinang, Arnadi mengaku prihatin dengan kondisi sekolah-sekolah yang ada di Pangkalpinang.

Menurutnya, kondisi sekolah dengan sarana prasarana atap bocor, jumlah WC tidak sebanding dengan banyaknya murid bahkan ruangan guru dan kepala sekolah yang menempati rumah dinas, sebetulnya menjadi perhatian bagi pemerintah kota.

"ini mungkin sebagian dari sekolah-sekolah yang kondisinya tidak layak. Dari beberapa yang kami kunjungi, paling banyak itu kerusakan atap dan rasio jumlah siswa 150 tapi WC cuma dua pintu. Sungguh tidak layak," pungkas Arnadi saat mengunjungi SD Negeri 14 Pangkalpinang, Selasa (4/2/2020).

Menurutnya kondisi ini perlu mendapat perhatian dan solusi segera. Apalagi di SD Negeri 14, siswa harus bergantian menggunakan kelas karena kekurangan ruangan.

"Bagaimana mau menghasilkan generasi yang unggul kalau kondisi sekolah sebagai tempat mendidik generasi masa depan kondisinya sangat memprihatinkan," ucapnya.

Arnadi menuturkan permasalahan ini akan disampaikan dan segera menugaskan anggota Fraksi PKS di komisi I yang membidangi masalah pendidikan, untuk membicarakan dalam rapat.

Dia menyebut, persoalan sarana prasarana sekolah harus segera disediakan anggaran sehingga dapat diselesaikan secara bertahap. Terutama untuk sarpras yang dianggap prioritas, seperti kantor guru harus dimasukkan dalam RKPD (rencana kerja pemerintah daerah) tahun 2021.

Ruang guru SD Negeri 14 menempati rumah dinas guru karena kekurangan ruangan
Ruang guru SD Negeri 14 menempati rumah dinas guru karena kekurangan ruangan (bangkapos.com/Ira Kurniati)

Sebelumnya diberitakan lantaran tidak memiliki ruangan untuk dijadikan kantor dan ruang guru, kepala sekolah dan guru-guru SD Negeri 14 Pangkalpinang harus menempati rumah dinas guru yang berada di pekarangan sekolah.

Para guru harus berkantor di dua unit rumah dinas yang ukurannya sempit, dengan kondisi atap rumah bocor dan ketika hujan ruangan tergenang banjir.

Fungsi ruang kepala sekolah, mushala dan tata usaha menempati satu unit rumah dinas. Atap rumahnya telah banyak rapuh dan bocor.

Halaman
1234
Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved