Berita Sungailiat

Kabar Pekerja Tambang Tewas Tertimbun Tanah Longsor, Ini Kata Kapolres Bangka dan Kapolsek RiauSilip

Kapolres segera memerintahkan anggotanya menyelidiki informasi yang dimaksud, termasuk desas-desus atau dugaan terlibatnya oknum

Kabar Pekerja Tambang Tewas Tertimbun Tanah Longsor, Ini Kata Kapolres Bangka dan Kapolsek RiauSilip
IST/FB
ilustrasi tambang longsor 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Beredar kabar, aktifitas tambang timah ilegal di Dusun Tirus Desa Riau Kecamatan Riausilip Bangka, Selasa (4/2/2020) menelan korban jiwa lagi.

Korbannya warga pendatang yang sudah menetap di Simpang Tiga Belinyu, bernama Warto alias Kucrit.

Begitu pula pemilik tambang ilegal, warga Belinyu inisial IKB. Kabar juga menyebutkan, ada keterlibatan oknum di tambang ini, inisial A. Namun mengenai kebenaran info yang dimaksud masih ditelusuri oleh pihak kepolisian.

Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono dikonfirmasi Bangka Pos melalui pesan WhatsApp, Selasa (4/2/2020) malam mengaku sedang berada di luar daerah.

Namun demikian Kapolres segera memerintahkan anggotanya menyelidiki informasi yang dimaksud, termasuk desas-desus atau dugaan terlibatnya oknum berinisial A.

"Saya coba cek. Saya masih kegiatan Rakor (rapaat koordinasi) di Bogor, sinyal susah, hujan lebat. Terimakasih infonya, akan kita dalami pelan-pelan agar detail dan kondusif," kata Kapolres Bangka, AKBP Aris Sulistyono, Selasa (4/2/2020) malam.

Sementara itu informasi yang diterima Bangka Pos, Selasa (4/2/2020) malam menyebutkan, musibah ini terjadi pada Selasa (4/2/2020) petang.

Ketika itu tambang timah ilegal jenis tambang nonkonvensional (TN) sedang beroperasi di Dusun Tirus Desa Riau Kecamatan Riausilip Bangka.

Tiba-tiba tanah tambang longsor, menerpa operator alat berat (PC), namun sang operator berhasil menyelamatkan diri.

Sayangnya, pekerja tambang bernama Kucrit tak mampu mengelak. Ia terbenam dan Kucrit meningal dunia di lokasi kejadian.

"Korban namanya Warto, tapi panggilannya, Kucrit, asal Jawa tapi sudah menikah sama orang Simpang Tiga (Belinyu) dan menetap di Simpang Tiga Belinyu. Sekarang jenazahnya sudah dibawa ke rumah duka di Simpang Tiga Belinyu. Pemilik tambang IKB, yang dulu pernah ditangkap karena kasus tambang juga. IKB koordinasi dengan oknum A (inisial), karena oknum ini sekaligus pemasok alat berat di lokasi," kata si pemberi informasi, Selasa (4/2/2020) malam.

Mengenai informasi ini, Bangka Pos kemudian melakukan konfirmasi ke Pihak Polsek Riasuilip Bangka.

Kapolsek Riasuilip, Iptu Jumpatua Simanjorang mewakili Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono, Selasa (4/2/2020) mengaku baru mendengar kabar tersebut.

Namun belum dapat memberikan kepastian apakah kabar tersebut benar atau hanya sebatas hoax.

"Saya juga baru dengar kabarnya, sekarang saya lagi jalan sama anggota ngecek. Ntar ku kabarin ya. Makasih banyak infonya, Ini kami lagi jalan ke lokasi tambangnya dulu," kata Kapolsek membalas pesan konfirmasi Bangka Pos melalui WhatsApp, Selasa (4/2/2020) malam. (bangkapos.com/ferylaskari).

Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved