Kriminalitas

Sidang Tuntutan Tipikor Beasiswa Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Ditunda Minggu Depan

Sidang lanjutan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Beasiswa Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka dengan terdakwa Rosmawaty dan Riky Ramdhani

Sidang Tuntutan Tipikor Beasiswa Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Ditunda Minggu Depan
Bangkapos.com/Ramandha
Sidang lanjutan Tipikor Beasiswa Dinas Pendidikan Kabuapaten Bangka, Senin (3/2/2020) di Pengadilan Negeri Pangkalpinang 

Sidang Tuntutan Tipikor Beasiswa Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Ditunda Minggu Depan

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sidang lanjutan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Beasiswa Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka dengan terdakwa Rosmawaty dan Riky Ramdhani, yang Senin (3/2/2020) di Pengadilan Negeri (PN), Pangkalpinang.

Agenda sidang kali ini sebelumnya merupakan sidang tuntutan dari jaksa yang dijadwalkan pukul 09.00 WIB dan kemudian ditunda hingga pukul 13.00 WIB. Namun, ketika sidang dimulai, Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali meminta penundaan sidang.

Kasi Pidsus Aditia Sulaiman yang mewakili pihak JPU dari Kejaksaan Negeri Bangka sendiri berasalan belum siap membacakan tuntutan terhadap dua terdakwa tersebut.

Sidang Korupsi Beasiswa di Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka, Abdul Jalil: Harus Ada Tersangka Baru

Kasus Korupsi Beasiswa STPN Yogyakarta, Pengacara Terdakwa: Kasus Ini Tersistematis

Perkara korupsi beasiswa di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta yang terjadi pada tahun 2016 lalu ini melibatkan dua orang terdakwa Riky Ramdhani (PPTK) serta Rosmawaty (sekretaris).

"Belum siap dengan tuntutannya. Tunda dulu pembacaannya karena masih banyak pekerjaan," jelasnya.

Saksi Akui Ada Penyimpangan dalam Program Tipikor Beasiswa Kabupaten Bangka

Mantan Kadindik Bangka Jadi Saksi, Padli Sebut Riky Ramdhani Tidak Menggunakan Uang Beasiswa

Majelis hakim pun memberikan tenggat waktu kepada JPU untuk sidang selanjutnya yang akan digelar pada 10 Februari mendatang.

"Sidang hari ini ditunda dan akan segera digelar pada 10 Februari mendatang. Tepatnya hari Senin nanti," jelas Hakim Ketua, Rendra Yozar Dharma Putra.

Rendra mengatakan, jeda hingga 10 Februari mendatang itu cukup menyediakan waktu untuk penuntut umum dalam menyiapkan tuntutannya.

"Itu cukuplah (seminggu) bagi saudara jaksa menyiapkan tuntutannya. Ini karena kita juga harus memberi kesempatan kepada pihak penasehat hukum untuk membacakan pledoi atau pembelaan mereka nanti," kata Rendra. (Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved