Berita Sungailiat

Setiap Calon Pengantin Harus Memiliki Sertifikat Binwin

Seksi Bimbingan Masyarakat Islam sudah menyiapkan di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan untuk melaksanakan Bimbingan Perkawinan

Setiap Calon Pengantin Harus Memiliki Sertifikat Binwin
bangkapos.com/Edwardi
Kegiatan Penandatanganan MoU Dinas Kesehatan Bangka dengan Kemenag Bangka di Hotel ST 12 Sungailiat, Rabu (05/02)2020). 

BANGKAPOS COM, BANGKA -- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Binmas) Islam sudah menyiapkan di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan untuk melaksanakan Bimbingan Perkawinan (Binwin) dengan melakukan koordinasi dengan para kepala puskesmas kecamatan untuk memberikan bimbingan perkawinan mengenai kesehatan reproduksi (Kesoro) bagi para calon pengantin yang akan menikah

"Setiap kantor KUA kecamatan harus menyiapkan ruangan dan jadwal untuk konsultasi bimbingan perkawinan bagi setiap calon pengantin pada hari Selasa dan Kamis, terutama untuk JUA yang peristiwa nikahnya besar seperti KUA Sungailiat, KUA Belinyu, KUA Mendo Barat dilaksanakan dua hari dalam seminggu," kata M Kurnia, Kasi Binmas Islam Kemenag Kabupaten Bangka usai Kegiatan Penandatanganan MoU Dinas Kesehatan Bangka dengan Kemenag Bangka di Hotel ST 12 Sungailiat, Rabu (05/02)2020).

Ruangan bimbingan perkawinan sudah disiapkan di Balai Nikah Kantor KUA. Juga peralatannya sudah ada disiapkan, Kepala KUA bersama penyuluh agama Islam fungsional yang ada untuk menyiapkan materi bimbingan perkawinan ini.

"Kalau pihak KUA tidak membahas soal kesehatan produksi tetapi soal ini langsung ditangani pihak Dinas Kesehatan. Mereka datang ke KUA dengan membawa peralatannya dan gambar-gambar tentang kesehatan reproduksi dan lainnya," ujar Kurnia

Apabila calon pengantin sudah mendapatkan penjelasan nantinya diarahkan datang ke puskesmas setempat untuk diperiksa kesehatan reproduksinya, nanti ada kartu dari puskesmas apakah calon pengantin itu sehat atau tidak sehat kesehatan reproduksinya.

"Kalau calon pengantin sudah mendapatkan kartu hasil pemeriksaan itu dan juga sudah menjalani bimbingan perkawinan maka KUA akan mengeluarkan Sertifikat Binwin, kalau calon pengantin tidak memiliki Sertifikat Binwin itu maka calon pengantin itu tidak bisa dinikahkan dan dicatat pernikahannya karena tidak mengikuti Binwin ini, jadi semua calon pengantin saat ini harus mengikuti Binwin dan diperiksa kesehatan reproduksinya," tegas Kurnia.

Diakuinya memang saat ini ada beberapa daerah sudah bisa mengeluarkan Sertifikat Kesehatan Reproduksi, namun untuk Kabupaten Bangka belum ada

"Kita belum ada Sertifikat Kesehatan Reproduksi, di KUA saat ini hanya ada Sertifikat Binwin saja tetapi ada materi 16 gol di belakangnya," jelas Kurnia seraya menambahkan persyaratan ini sudah berlangsung sejak tahun 2014 yang lalu

Selain itu Undang-undang pernikahan juga sudah mengamanatkan batas usia menikah itu 19 tahun, baik pria maupun wanita, jangan sampai nantinya ada yang menikah itu usianya di bawah 19 tahun.

(bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved