Berita Pangkalpinang

Fery Insani Sebut PT Timah Tbk Siap Bangun Pemakaman Terpadu Lewat Dana CSR, Masyarakat Menolak

Kondisi lahan pemakaman di Kota Pangkalpinang, saat ini semakin hari semakin sempit.

Fery Insani Sebut PT Timah Tbk Siap Bangun Pemakaman Terpadu Lewat Dana CSR, Masyarakat Menolak
Bangkpos/Riki Pratama
Kepala Bappeda Provinsi Bangka Belitung, Fery Insani. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kondisi lahan pemakaman di Kota Pangkalpinang, saat ini semakin hari semakin sempit.

Sementara, hampir setiap hari ada saja orang yang meninggal dunia dan harus dimakamkan secara layak.

Jika tak diantisipasi dari sekarang, tidak menutup kemungkinan lahan pemakaman menjadi sangat langka.

Menanggapi kondisi ini, Kepala Bappeda Provinsi Bangka Belitung, Fery Insani, mengatakan mereka tidak memiliki rencana terkait pembuatan pemakaman terpadu terutama di Kota Pangkalpinang yang lahannya kurang.

"Tidak ada pemakaman terpadu itu kewenangan kabupaten/kota, memang kita pernah ingin rencana pemakaman terpadu, namun ada yang tidak bersedia, di wilayah perbatasan Pangkalpinang dan Bangka Induk, di Kace," ungkap Fery kepada Bangkapos.com, Kamis (6/2/2020).

Ia menjelaskan, pada saat dirinya menjadi Sekda Kota Pangkalpinang, PT Timah TBk ingin membantu lahan untuk pembuatan makam terpadu tersebut.

"Padahal sudah minta ke PT Timah, mereka siap membangun dengan bantuan CSR, tetapi masyarakat menolak waktu 2013 lalu," jelas Fery.

Fery mengatakan, dengan makin sempitnya lahan pemakaman dan tingginya jumlah penduduk, sudah seharusnya dipikirkan terkait lahan terpadu tersebut, terutama Kota Pangkalpinang yang ramai dengan penduduk.

"Harus ada pemakaman terpadu, melihat pertumbuhan penduduk sehingga lahan semakin sempit, ini jangan bagian yang terlupakan, karena itu pasti, memang perlu di pikirkan, namun untuk mewujudkankan kewenangan di Kabupaten/Kota, Pemerintah Provinsi sifatnya mendukung," tegas Fery.

Ia menjelaskan untuk pembangunan makam terpadu harus memiliki lahan yang luas, berada di daerah perbatasan Kota dan Kabupaten.

"Ini memang mendesak, karena semakin sempit, sehingga memang kota harus membangun, bisa di perbatasan di Kabupaten Bangka Tengah dan Bangka Induk, atau dengan meminta lahan milik PT Timah,"ungkap Fery. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved