Awas Ditemukan 24 Aplikasi 'Nakal' yang Beredar di Google Play Store

Aplikasi berbahaya seakan sulit musnah dari platform Android. Laporan terbaru dari VPN Pro, ada sebanyak 24 aplikasi "nakal"

Awas Ditemukan 24 Aplikasi 'Nakal' yang Beredar di Google Play Store
capture play store (bangkapos.com)
aplikasi bangkapos.com 

Awas Ditemukan 24 Aplikasi 'Nakal' yang Beredar di Google Play Store

BANGKAPOS.COM - Aplikasi berbahaya seakan sulit musnah dari platform Android. Laporan terbaru dari VPN Pro, ada sebanyak 24 aplikasi "nakal" ditemukan di toko aplikasi Google Play Store.

Aplikasi berbahaya ini telah diunduh total 382 juta kali. Pada mulanya, VPN Pro mulai menyelidiki dugaan aplikasi "nakal" ini setelah mencurigai sebuah aplikasi VPN yang dibuat oleh Hi Security.

Setelah ditelusuri, pengembang aplikasi tersebut terafiliasi oleh sebuah perusahaan asal China bernama Shenzen Hawk, anak perusahaan perusahaan asal elektronik besar China TCL Corporation.

Dilaporkan Forbes, sebagian kepemilikian perusahaan ini adalah pemerintah China. TCL Corporation diketahui memiliki lisensi hak manufaktur dari beberapa pabrikan elektronik, seperti Alcatel dan Blackberry.

Setidaknya ada tiga aplikasi VPN yang dibuat Hi Security. Setelah dianalisa, aplikasi tersebut meminta izin yang berlebihan ke sejumlah aplikasi lain dan beberapa di antaranya memuat malware serta rougeware (antivirus palsu).

Misalnya saja, untuk aplikasi pemindai antivirus, aplikasi akan meminta izin akses ke kamera ponsel. Padahal logikanya, aplikasi antivirus tidak membutuhkan akses ke kamera, cukup memindai data di perangkat saja.

Ada pula aplikasi prakiraan cuaca yang terinfeksi malware yakni Weather Forecast yang diam-diam mengais jutaan data pengguna dan mengirimkannya ke sebuah server di China.

Beberapa aplikasi juga disebut membuka jendela browser diam-diam dan mengklik iklan dari halaman web tertentu.

Adapun beberapa aplikasi mencurigakan yang ditemukan VPN Pro adalah Super Battery, Super Cleaner yaang dikembangkan oleh by Hawk App.

Halaman
123
Editor: zulkodri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved