Istri Hidup Prihatin di Pengungsian Suriah, Dulu Dibawa Suami Gabung ISIS

Nasib putri sulung Warjinem (50) dan Paidin (53), DI (30) yang dibawa kabur suami ke Suriah bergabung kelompok ISIS harus nelangsa.

TribunSolo.com/Adi Surya
Warjinem (50) dan Paidin (53) melapor ke polisi karena putrinya, DI (kiri) dibawa suaminya ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok teroris ISIS sekira tahun 2014. 

"Untuk membantu anak saya, setiap dua kali dalam sebulan saya mengirim uang untuk anak saya, bisa sampai Rp 3 Juta, itu terlalu berat bagi kami,” imbuhnya.

Warjinem dan Paidin saat ini bekerja sebagai penjual susu keliling dan tukang pijat.

Hasil keringat mereka kemudian ditabung untuk membantu DI dan kedua anaknya bertahan hidup di Suriah.   

"Kami itu orang kecil, makan cuma seadanya, bapak saat ini kerja jadi tukang pijat dan saya jualan susu sapi,” tutur Warjinem.

“Untuk saya makan dengan sambel dan kecap sudah enak, sudah bersyukur demi anak-anak,” tambahnya.

Bantuan ekonomi kerap didapatkan Warjinem dan Paidin dari sanak saudaranya maupun orang di sekitar mereka.

“Siapapun yang mau membantu, berapapun nominalnya saya bersyukur, Allah yang akan membalasnya,” kata Warjinem.

Warjinem sempat berkeinginan menjemput DI dan kedua anaknya di Suriah.

Namun, keinginan itu dicegah DI karena resiko yang telalu besar.

“Saya pernah bilang ke anak saya, dik, saya mau jemput kamu, di mana pun saya berusaha jemput selama anak saya masih hidup, saya akan perjuangkan, saya mau ketemu,” ujar Warjinem.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved