ANAK Gadis Dibawa Kabur Buruh Tani Selama 4 Tahun Lalu Berkali-kali Jadi Lumbung Nafsu dan Hamil

konseling siswi SD yang dibawa kabur pria paruh baya dan dicabuli hingga hamil di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melibatkan psikolog forensik

ANAK Gadis Dibawa Kabur Buruh Tani Selama 4 Tahun Lalu Berkali-kali Jadi Lumbung Nafsu dan Hamil
Bangkapos.com
Ilustrasi pencabulan anak 

BANGKAPOS.COM - Bimbingan dan konseling siswi SD yang dibawa kabur pria paruh baya dan dicabuli hingga hamil di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melibatkan psikolog forensik dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Barat.

Ketua Harian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Cianjur, Lidya Indayani Umar mengatakan, pelibatan psikolog forensik untuk lebih menggali pengalaman kekerasan seksual yang dialami korban.

“Korban ini masih di bawah umur, sehingga perlu pendampingan, termasuk selama menjalani proses persidangannya nanti. Karena itu, (pendampingan) juga akan melibatkan psikolog forensik sebagai tenaga ahli,” kata Lidya kepada Kompas.com, Sabtu (8/2/2020).

Diharapkan, kehadiran psikolog forensik bisa lebih menguatkan korban dalam memberikan keterangan di peradilan nanti. Jangan sampai keterangan korban berubah-ubah.

Pentingnya psikologi forensik

“Kendati proses yang akan dijalaninya peradilan anak. Namun, mentalnya harus dikuatkan saat menjalani proses persidangan, saat ditanya pengacara terdakwa, maupun saat berbicara dihadapan majelis hakim,”

“Intinya, bagaimana dia bisa memberikan keterangan yang sebenar-benarnya tanpa dipengaruhi oleh orang lain,” ucapnya.

Pasalnya, dikatakan Lidya, selama menjalani konseling, persepsi korban terhadap peristiwa yang dialaminya masih berubah-ubah, sehingga perlu diberikan penguatan melalui pendekatan psikologi forensik.

“Terpenting, yang harus dibangun di sini (pada diri korban) adalah, dia adalah korban. Dipisahkan dari keluarganya selama empat tahun, dan dicabuli hingga hamil,” ujar Lidya.

Korban segera melahirkan

Halaman
123
Editor: ediyusmanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved