Virus Corona

Banyak Orang Berebut Masker, Ahli Medis Ini Sebut Master Justru Bahaya, Gunakan Cara Ini Saja

Orang-orang di seluruh dunia menimbun masker atau sarung karet untuk melindungi diri dari virus Corona yang sedang mewabah sejak Januari 2020.

Banyak Orang Berebut Masker, Ahli Medis Ini Sebut Master Justru Bahaya, Gunakan Cara Ini Saja
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Petugas bandara memeriksa penumpang di pintu kedatangan Internasional bandara dalam simulasi penanganan wabah virus corona di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang oleh Angkasa Pura 1, KKP, Imigrasi dan sejumlah stakeholder, Kamis (30/01/20). Berbagai simulasi penanganan yang dilakukan oleh RSUP Kariadi bersama Dinas Kesehatan Pemprov Jateng dan sejumlah rumah sakit di Kota Semarang tersebut sebagai antisipasi kesiapsiagaan perangkat medis dalam penanganan wabah Virus Corona tersebut. 

BANGKAPOS.COM - Orang-orang di seluruh dunia menimbun masker atau sarung karet untuk melindungi diri dari virus Corona yang sedang mewabah sejak Januari 2020.

Namun, ahli menganjurkan untuk melupakan piranti itu semua.

Penasihat medis dari International Air Transport Association, David Powell, menerangkan alasan mengapa masker dan sarung tangan bukanlah langkah efektif untuk menangkal virus yang bersumber dari Wuhan, China, tersebut.

"Hanya sedikit bukti yang menunjukkan bahwa masker memiliki manfaat (dalam mencegah virus Corona). Jika ada, itu pun dalam situasi santai," ujar Powell.

Dilansir South China Morning Post, dia menerangkan, mengenakan masker sepanjang waktu tidak akan efektif untuk terhindar dari virus Corona.

Parahnya, masker justru akan memungkinkan untuk menularkan virus di sekitarnya.

"Dan lebih buruk lagi jika masker menjadi lembab. Itu akan mendorong pertumbuhan virus dan bakteri," ungkap Powell.

Ahli Biologi Ungkap Penyebab Kenapa Tidak Ada Orang Indonesia Positif Terjangkit Virus Corona

Penasihat medis itu melanjutkan, hal serupa berlaku pada sarung tangan.

Sarung tangan bahkan dapat berdampak lebih buruk.

"Orang memakai sarung tangan dan kemudian menyentuh semuanya dengan tangan mereka. Itu hanya menjadi cara lain untuk mentransfer mikroorganisme," kata Powell.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved