Berita Sungailiat

Ini Solusi yang Ditawarkan Rudianto Tjen Untuk Penanganan Pendangkalan Alur PPN Sungailiat

Menurut Rudianto Tjen, jika perusahaan ini ingin mengajukan perpanjangan izin kembali maka pemda harus membuat suatu perjanjian yang komprehensif

Bangkapos.com/Edwardi
Anggota DPR RI Rudianto Tjen saat berbincang bersama para wartawan di Warung Kopi, Sabtu (8/2/2020) 

Ini Solusi yang Ditawarkan Rudianto Tjen Untuk Penanganan Pendangkalan Alur PPN Sungailiat

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Anggota DPR RI Dapil Bangka Belitung Rudianto Tjen angkat bicara soal pendangkalan alur muara PPN Sungailiat (alur muara Jelitik) yang hingga kini belum ada solusi terbaik menanganinya, sehingga pada saat musim angin Utara (bulan 12, 1, 2, dan 3) para nelayan kesulitan keluar dan masuk dermaga pelabuhan.

"Persoalan ini sudah terjadi sejak saya menjadi anggota DPRD Kabupaten Bangka tahun 1999 saat Bupati Bangka dijabat pak Eko Maulana Ali. Semuanya saat itu mempunyai semangat yang sama dimana alur muara Jelitik Air Kantung itu dikeruk dan dibuka sehingga aktivitas nelayan menjadi lancar,"  ungkap Rudianto Tjen, Sabtu (8/2/2020) di Sungailiat usai menghadiri perayaan Imlek Ceria 2020.

Diakuinya, memang kondisi gelombang di kawasan itu cukup besar dan angin kencang sehingga kalau pengerukan alur muara hanya sebentar biasanya alur muara itu akan kembali menutup dengan pasir," ujar Rudianto Tjen

Namun menurutnya dengan kemajuan ilmu dan teknologi saat ini maka diperlukan perencanaan yang matang, kalau sekarang ini sudah dikeruk maka jangan sampai setelah itu sudah menutup kembali

"Jadi kita perlu perencanaan yang komprehensif, bila sudah kita keruk diharapkan satu atau dua tahun lagi bisa bertahan untuk mempermudah para nelayan melaut," saran Rudianto Then.

Diakuinya memang saat ini sudah ada perusahaan swasta yang melakukan perjanjian kerjasama dengan Pemkab Bangka untuk menanganinya.

Menurut Rudianto Tjen, jika perusahaan ini ingin mengajukan perpanjangan izin kembali maka pemda harus membuat suatu perjanjian yang komprehensif supaya pengerukan atau penyedotan alur ini harus punya jaminan keberlangsungan yang cukup bertahan lama, jangan sampai nanti mengetuk pagi hari lalu sorenya sudah menutup kembali.

"Jangan sampai mengeruk lalu pindahin pasir sebentar lalu sorenya pasir sudah menutup muara kembali, makanya harus punya perencanaan bagaimana sudah mengeruk pasir seharusnya pasirnya juga dibawa pergi, jangan hanya memindahkan ke pinggiran saja," tegasRudianto Tjen.

Dia mengharapkan pemerintah daerah memiliki kajian yang mantap dan terencana dengan baik sehingga bisa mengatasi persoalan ini.

Halaman
123
Penulis: edwardi
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved