Berita Bangka Barat

Dua Bulan Kabur, Bos Alat Berat Perambah Hutan Lindung Jebu Akhirnya Ditangkap

Fendi diketahui kerap berpindah pindah tempat tinggal, sebelum akhirnya dicokok dikawasan Sungailiat, Kabupaten Bangka baru baru ini

Dua Bulan Kabur, Bos Alat Berat Perambah Hutan Lindung Jebu Akhirnya Ditangkap
Bangka Pos / Anthoni Ramli
Ekscavator yang diamankan Polres Bangka Barat dari Kolong Jebu Bembang Pasir Kuarsa, Desa Teluk Limau Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penyidik Polres Bangka Barat menetapkan Fendi sebagai tersangka kasus perambahan hutan lindung di Kolong Jebu Bembang Pasir Kuarsa, Desa Teluk Limau Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat.

Sebelum diamankan Fendi yang merupakan pemilik alat berat jenis eksavator ini sempat menghilang selama 2 bulan.

Penyidik Sat Reskrim Polres Bangka Barat pimpinan AKP Andri Eko Setiawan, harus bekerja extra guna mendeteksi keberadaan Fendi.

Fendi diketahui kerap berpindah pindah tempat tinggal, sebelum akhirnya dicokok dikawasan Sungailiat, Kabupaten Bangka baru baru ini.

"Pemilik Eksavator ini sering tinggal berpindah sejak kasusnya mencuat. Dari hasil penyelidikan akhirnya, pelaku berhasil kami tangkap di kota Sungailiat," kata Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Andri Eko Setiawan, mewakili Kapolres AKBP M Adenan, Senin (10/2/2020)

Dua Tersangka

Satuan Reserse Kriminal Polres Bangka Barat mengamankan Fendi pemilik ekscavator yang beroperasi di Kolong Jebu Bembang, Pasir Kuarsa, Desa Teluk Limau, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat.

Selain Fendi pemilik ekscavator tersebut polisi juga mengamankan operator alat berat yakni Migo yang beroperasi merambah Kawasan Hutan Lindung tersebut.

Keduanya sudah ditetapkan tersangka. Dan keduanya diamankan ditempat terpisah.

Fendi pemilik ekscavator diamankan di Sungailiat, Kabupaten Bangka. Sedangkan Migo diamankan di Parittiga, Kabupaten Bangka Barat.

Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Andri Eko Setiawan, mengatakan saat ini keduanya resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait aktivitas perambahan HL kolong Jebu Bembang Pasir.

" Awalnya kami meminta keterangan Migo, setelah itu kami menangkap Fendi. Selang sehari kami juga mengamankan Migo selaku operator. Jadi dalam kasus ini kami menetapkan dua orang tersangka pemilik dan operator PC," kata Andri, mewakili Kapolres AKBP M Adenan, Senin (10/2/2020)

Andri menjelaskan untuk membawa eksavator tersebut tak mudah. Anggotanya memanggil teknisi dan meminjam peralatan dari luar. Untuk itu memerlukan beberapa hari.

Penyidik juga sempat mendatangi kantor perusahaan alat berat tersebut. Pihak perusahaan mengatakan bahwa alat berat telah berpindah tangan dari pemilik pertamanya.

" Hasil penyelidikan kami, Fendi ini orang kedua, sebelumnya punya si Salman. Waktu diamankan PC ini dalam keadaan rusak dan tidak ada pemiliknya. Lalu kami bawa terpaksa bawa mekanik untuk membawa PC itu ke Polres," kata Andri Eko Setiawan. (Bangka Pos / Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved