Kasus Korupsi Beasiswa

Sidang Lanjutan Kasus Tipikor Beasiswa Bangka Kembali Ditunda, Begini Kata PH Terdakwa Riky Ramdhani

Penasihat Hukum Terdakwa Riky Ramdhani, Abdul Jalil menilai ada indikasi bakal ada tersangka lainnya pada kasus ini.

Sidang Lanjutan Kasus Tipikor Beasiswa Bangka Kembali Ditunda, Begini Kata PH Terdakwa Riky Ramdhani
Bangkapos.com/Ramandha
Sidang lanjutan tipikor beasiswa di Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka yang digelar di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang, Senin (20/1/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sidang lanjutan dengan agenda tuntuan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Beasiswa Kabupaten Bangka atas dua terdakwa atas nama Rosmawaty dan Riky Ramdhani yang dijadwalkan sekira pukul 10.00 WIB, kembali ditunda hingga siang nanti.

Sidang Tipikor beasiswa Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangka ini sudah tertunda sejak satu minggu lalu.

Saat itu, sidang ditunda karena belum siapnya Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Negeri Bangka, Kasi Pidsus Aditia Sulaiman, membacakan tuntutan terhadap kedua terdakwa.

"Belum siap tuntutannya. Tunda dulu pembacaannya karena masih banyak pekerjaan," jelasnya di depan Majelis Hakim, Senin (3/2) pekan lalu.

Diketahui, dua terdakwa Rosmawaty dan Riky Ramdhani terseret dalam kasus dugaan tipikor beasiswa Kabupaten Bangka yang diperuntukan bagi Mahasiswa Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta Tahun 2016.

Penasihat Hukum Terdakwa Riky Ramdhani, Abdul Jalil menilai ada indikasi bakal ada tersangka lainnya pada kasus ini.

Penilaian itu ia sampaiakn berdasarkan fakta persidangan yang sudah berlangsung sebelumnya,

Hal itu dinilai diperkuat dengan disebutkannya beberapa orang perangkat kedinasan lain yang kerap disebutkan di sidang Tipikor ini.

Diborong untuk Dikirim ke China, Sudah 2 Minggu Stok Masker Sejumlah Apotek di Pangkalpinang Kosong

"Kita tetap berbaik sangka sajalah. Ini jaksanya lagi nyusun isi dakwaan lain sepertinya. Ada yang sering dan disebut di sidang seperti Kadisnya, PPK dan bendaharanya," kata Penasehat Hukum Terdakwa Riky Ramdhani, Abdul Jalil kepada Bangkapos.com, Senin (10/2/2020).

"Kita tunggu saja seperti apa nanti. Publik juga menanti kok bagaimana jalannya (sidang)," ungkapnya.

Dia juga sangat berharap penanganan perkara ini berjalan sebaik-baiknya.

Pasalnya, menurut Abdul Jalil, kasus ini telah merugikan para mahasiswa yang ingin benar-benar menuntut ilmu dan berharap banyak dari beasiswa itu.

Stok Masker Banyak Kosong di Sejumlah Apotek Pangkalpinang, Dinkes : Tersedia di Loket Puskesmas

Jalil juga mengapresiasi pihak JPU yang ia nilai telah bekerja keras dalam penanganan kasus.

Menurutnya, keterangan para terdakwa pada sidang-sidang sebelumnya seharusnya dipertimbangkan JPU untuk adil di persidangan.

"Tidak terlambat bagi JPU untuk serius dalam tuntutannya. Tentunya yang benar-benar sesuai dari fakta persidangan," pungkasnya. (Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved