Senin, 27 April 2026

Berita Belitung

Wisatawan China yang Berlibur ke Belitung Kirim Paket Masker Seberat 101 Kilogram

Berdasarkan informasi, wisatawan asal Tiongkok yang sedang berlibur ke Belitung melakukan pengiriman sebanyak 16 dus dalam satu hari.

IST/dok Kantorpos Tanjungpandan
Wisatawan Tiongkok melakukan pengiriman paket berisikan masker di Kantorpos Tanjungpandan. 

Kantor Pos Tanjungpandan melayani paket pengiriman masker menuju Tiongkok, Taiwan dan Hongkong hingga mencapai berat 101 kilogram.

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Kantor Pos Tanjungpandan melayani paket pengiriman masker menuju Tiongkok, Taiwan dan Hongkong hingga mencapai berat 101 kilogram.

Pengiriman tersebut berlangsung sepekan lalu semenjak tanggal 2 - 9 Februari.

Berdasarkan informasi, wisatawan asal Tiongkok yang sedang berlibur ke Belitung melakukan pengiriman sebanyak 16 dus dalam satu hari.

"Membludaknya itu seminggu kemarin, ada sekitar 10 pelanggan yang melakukan pengiriman. Paling banyak itu ada satu orang kirim 16 dus dalam satu hari yang wisatawan itu," ujar Kepala Kantor Pos Tanjungpandan Azmat Nuzul Pasa saat ditemui posbelitung.co, Senin (10/2/2020).

Menurutnya saat ini pengiriman masker masih terjadi tapi jumlahnya mulai menurun.

Sebab, berdasarkan informasi stok masker sudah mulai bekurang.

Azmat menambahkan karena membludaknya pengiriman, maka terjadi keterlambatan waktu pengiriman.

Mengingat beberapa proses yang harus dilalui seperti bea cukai hingga pesawat yang transit dari Singapura.

"Misalnya tiga hari sampai bisa jadi seminggu karena volumenya meningkat. Jadi kami minta maaf kepada pelanggan atas keterlambatan ini," ungkapnya.

Azmat menjelaskan untuk pengiriman masker menuju negara Republik Rakyat Tiongkok masih bisa dilakukan terkecuali untuk tujuan Provinsi Hubei.

Akan tetapi, petugas Pos China tidak akan mengantarkan langsung kepada penerima tapi justru penerima yang akan dihubungi untuk mengambil paket tersebut.

"Jadi seluruh daratan cina bisa menerima pengiriman dan China Pos tak mengirim tapi menghubungi penerima untuk mengambil di kantor agar tidak terjangkit virus corona itu," katanya.

Azmat menjelaskan agar tidak dianggap barang impor oleh pemerintah setempat, maka terdapat cara untuk pengiriman paket masker.

Pertama, pada paket tersebut dituliskan kata donation atau not for sale sehingga dianggap barang untuk amal.

Kedua dalam kemasan satu dus, nilainya tidak boleh melebihi 5.000 yuan atau sekitar Rp 2 juta.

"Pengiriman masker ini memang tidak membutuhkan lisensi seperti barang medis lainnya jadi dianggap sama seperti pakaian," ungkap Azmat.

Tampak dari luar etalase di satu di antara apotek di Pangkalpinang, Senin (10/2/2020)
Tampak dari luar etalase di satu di antara apotek di Pangkalpinang, Senin (10/2/2020) (Bangkapos.com / Andini Dwi Hasanah)

Masker di Sejumlah Apotek Pangkalpinang Kosong

Berdasarkan data dari sebuah perusahaan ekspedisi di Pangkalpinang sepekan terakhir, tercatat ada beberapa pengiriman masker ke luar negeri.

Negara yang menjadi tujuan pengiriman masker tersebut adalah Singapura, Kota Taipei Taiwan dan Hong Kong.

"Berdasarkan transaksi kami, satu minggu ini memang ada pengiriman keluar negeri," ujar King (nama samaran) seorang pimpinan cabang perusahaan ekspedisi, ditemui oleh bangkapos.com di ruangannya, Senin (10/02/20).

King menyebutkan, dia tidak mengetahui secara rinci masker tersebut diperuntukan untuk apa.

Ia mengatakan paket tersebut berjumlah antara tiga sampai empat paket dan ditujukan kepada mahasiswa yang ada di Taipei Taiwan.

"Jumlahnya sekitar tiga atau empat paket, Ada dari dinas, kalau enggak salah Dinas Pendidikan, mereka mengirimkan paket masker ke mahasiswa yang ada di Taipei," ucapnya.

Selain dari Dinas Pendidikan, pengiriman paket masker juga dilakukan oleh kalangan masyarakat biasa.

Selain paket masker yang dikirim oleh Dinas Pendidikan ke Taiwan, King juga menyebutkan ada paket dikirimkanke Singapura dan Hong Kong oleh masyarakat biasa.

"Selain Dinas, pengiriman juga dari masyarakat, ada dari Toboali dan Belinyu, keterangannya sih masker dengan tujuan Hong Kong, ada juga Jakarta" kata King.

"Kami juga awalnya tidak berani langsung menerima paketnya, Karena diperbolehkan oleh pusat yang ada di Jakarta, kami berani terima," lanjutnya.

Untuk jumlahnya sendiri King  tidak mengetahui secara detail jumlah total keseluruhan masker itu.

"Berapapun ukurannya kami itung satu koli, jumlahnya kami kurang begitu tau, yang jelas ada beberapa koli, setiap koli itungannya per kilo," ungkap King.

Dua Minggu Stok Masker Sejumlah Apotek di Pangkalpinang Kosong

Sebelumnya diberitakan, penjualan masker di beberapa apotek di Pangkalpinang sudah dua pekan terakhir kosong.

Informasi yang dihimpun bangkapos.com, saat ini masker banyak diborong langsung oleh masyarakat dalam jumlah banyak yang diketahui akan dikirimkan ke negara China.

Satu di antara apotek yang didatangi bangkapos.com adalah apotek Kimia Farma di Jalan Ahmad Yani Pangkalpinang.

Apotek Kimia Farma mengakui bahwa stok masker di apotek mereka sudah kosong selama dua minggu terakhir.

"Sudah kosong sejak dua minggu terakhir, banyak yang beli langsung dengan jumlah banyak, dan saat ini belum ada pemasokan ulang dari distributor," ungkpa apoteker Agus di Apotek Kimia Farma saat ditemui Bangkapos.com, Senin (10/02/2020)

Dia mengatakan, masker masih dijual dengan harga yang normal dengan harga satu box masker Rp 50 ribu, dengan isian per satu box sebanyak 50 pcs.

"Kemarin yang beli langsung 40 box kalau ditotal mereka langsung beli sekitar 137 box masker, kita tidak tahu jelasnya mau dikemanakan terlebih dahulu, yang pasti kita tahu untuk dikirimkan ke China," tuturny

Sementara itu di tempat yang berbeda, di Apotek K24 di Jalan Masjid Jamik kota Pangkalpinang juga mengalami hal yang sama.

Pihak apotek mengakui masker sudah dua minggu terakhir tidak tersedia di apotek, dan belum ada pengadaan sama sekali dari distributor.

"Masker masih kosong udah dua minggu ini, banyak yang langsung dibeli oleh pasien dalam jumlah banyak, katanya mau dikirimkan ke China," ucap Diah penjaga apotek K24 Jalan Masjid Jamik saat ditemui Bangkapos.com

Dia mengaku idak tahu jelas pasiennnya dari mana.

Hanya saja yang dia tahu masker dibeli sehari sampai 40box per harinya.

"Kalau kita masih jual dengan harga yang sama, kalau sekarang dia menyedikan masker khusus yang juga stoknya minim kalau masker seperti bisa udah kosong dan belum ada pengadaan lagi," tuturnya.

Stok Masker Banyak Kosong di Sejumlah Apotek Pangkalpinang, Dinkes : Tersedia di Loket Puskesmas dan Diklaim Cukup untuk Satu Tahun 

Dinkes : Tersedia di Loket Puskesmas

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Pangkalpinang memiliki stok masker yang cukup untuk waktu satu tahun.

Masker-masker tersebut dibagikan ke tiap puskesmas dan gratis bagi masyarakat. 

Plt. Kepala Dinkes, Suriyanto mengatakan, mereka memiliki stok 393 kotak masker.

Dalam satu kotak berisi sekitar 50 lembar.

Masker tersebut diberikan kepada masyarakat yang mendatangi pelayanan ke puskesmas dan dapat diambil di loket pendaftaran pasien. 

Pihaknya tidak memberikan masker langsung ke rumah-rumah masyarakat.

Melainkan dilimpahkan ke puskesmas dan pihak puskesmas lah yang membagi, baik itu di loket pendaftaran maupun di jalan raya. 

"Stok selalu cukup dan memang kita letakkan di puskesmas saja. Karena di situ kan dianjurkan untuk memakai masker," ujar Suriyanto, Senin (10/2/2020). 

Dia menuturkan, meskipun banyak masker di apotik yang diborong masyarakat, tapi tidak mempengaruhi ketersediaan masker di dinas kesehatan.

Pasalnya mereka langsung melakukan pengadaan obat melalui distributor langsung. 

Suriyanto menyebut maraknya virus corona yang telah menyebar ke berbagai negara, namun wilayah Pangkalpinang masih aman dari penyebaran virus tersebut dan belum ada laporan mengenai gejala terkait. 

"Saya juga belum dengar kalau masker di Pangkalpinang diborong habis karena penyebaran virus corona. Soalnya kita tidak terpaku pada penjualan di apotik. Ada stok sendiri," katanya. 

Dia menambahkan, untuk antisipasi penyebaran virus corona, pihaknya telah mengeluarkan surat himbauan ke puskesmas dan rumah sakit.

Sementara ini, kata Suriyanto untuk antisipasi yang bisa dilakukan yakni memberikan himbauan ke masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mengecek kondisi tubuhnya, apabila mengalami panas tinggi diatas 38 derajat, batuk disertai flu, sakit tenggorokan dan gejala tersebut dirasakan tidak kunjumg sembuh hingga 14 hari. 

"Karena virus ini menyebar melalui udara jadi antisipasi kita mengingatkan masyarakat. Segera cek kalau menemukan kondisi seperti itu," tambah Suriyanto.  

Masker Hanya Sebagai Pencegahan Tingkat Dasar

Dosen Epidemiologi sekaligus Wakil Direktur 3 Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, Ade Devriany mengatakan dari perpektif bidang kesehatan masyarakat, fungsi masker hanya sebagai pencegahan tingkat dasar saja.

"Masker tidak bisa mengobati, hanya sebagai membatasi penularan. Yang ditutup hanya hidung dan mulut, proses pencegahannya bagaimana supaya virus atau bakteri di luar sana yang penularan lewat udara tidak terhirup," ujar Ade saat ditemui bangkapos.com, di gedung A Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, Senin (10/2/2020).

Lebih lanjut, ia mengatakan pemakaian masker tidak hanya untuk pecegahan bagi orang yang sehat, akan tetapi pemakaian masker juga perlu bagi seseorang yang membawa virus atau penyakit di dalam tubuhnya.

"Jadi orang tersebut tidak menularkan penyakit kepada orang lain, jadi bisa meringankan resiko untuk menularkan atau tertular," bebernya.

Dosen Epidemiologi sekaligus Wakil Direktur 3 Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, Ade Devriany.
Dosen Epidemiologi sekaligus Wakil Direktur 3 Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, Ade Devriany. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Teknik Memakai Masker

Menurutnya, pemakaian masker bisa dikatakan efektif apabila penggunaannya sesuai.

Masker memiliki dua sisi meliputi sisi kasar atau warna lebih terang.

Bentuk lipatan ke bawah yang diperuntukan untuk bagian luar berfungsi menahan atau menghalang virus atau bakteri masuk.

Selanjutnya, sisi lembut atau warna lebih pudar, lebih lembut diperuntukan untuk bagian dalam serta bentuk lipatan ke atas agar tidak terhirup virus atau bakteri penyebab penyakit ke dalam tubuh.

"Masker bisa efektik sesuai aturan pakai, pemakaian masker itu pun sekali pakai, setelah itu tidak dianjurkam dipakai kembali serta tidak boleh bagian depan masker dipegang, saat melepas pegang bagian tali saja. Sebab di bagian depan tersebut melekat virus dan bakteri yang dihalang,"jelas Ade.

Saranya, pencegahan utama agar tidak tertular penyakit ada pada diri sendiri lebih memperhatikan pola hidup sehat seperti sering mencuci tangan dan menghindar kontak fisik terhadap orang yang beresiko menularkan penyakit.

"Mengenai yang sedang heboh yaitu virus corona. Kalau sejauh ini dari edarannya langkah utama mencegah virus tersebut dengan penggunaan masker di tempat umum," tutupnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Mulyono (pakaian hitam) Senin (10/2/2020)
Kepala Dinas Kesehatan, Mulyono (pakaian hitam) Senin (10/2/2020) (Bangkapos.com / Riki Pratama.)

Warga Diminta Jangan Panik Cari Masker

Kebutuhan atas masker saat ini diperlukan oleh beberapa negara, terutama negara yang telah dinyatakan terinveksi virus corona.

Banyak warga yang membutuhkan masker membeli dengan jumlah banyak, untuk mengantisipasi penularan virus.

Sementara untuk wilayah Provinsi Bangka Belitung, saat ini masih berstatus kesiap-siagaan, terhadap penyebaran virus tersebut.

Telah banyak langkah serta upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Babel mencegah virus tersebut masuk.

Kepala Dinas Kesehatan, Provinsi Bangka Belitung, Mulyono, mengatakan, dalam menggunakan masker juga harus berhati-hati.

Warga Babel menurutnya, jangan panik dengan membeli masker secara berlebihan.

"Masker ini harus hati-hati menggunakan dalam kesiap siagaan tidak menjadi wajib, ketika dipakai jangan sampai panik semua mencari masker ini,"jelas Mulyono kepada wartawan, Senin (10/2/2020).

Ia mengatakan, saat ini kondisi Babel tidak dalam darurat penyebaran virus tersebut sehingga tak perlu khawatir berlebihan.

Namun, tetap waspada dan terus hidup sehat.

"Tidak semua kita memenuhi masker warga Babel, namun kita perlu waspada yang penting prilaku sehat dalam artinya sering cuci tangan pakai sabun, kedua adalah bagaimana meningkatkan daya tahan tubuh, makin ditingkatkan dengan istirahat cukup jangan banyak begadang,"katanya.

Ia menjelaskan, penggunakan masker dilakukan dalam kondisi tertentu saja jangan panik dalam penggunaanya.

"Masker pada kondisi tertentu diperlukan dengan benar, masker digunakan yang berbeda warna, hijau depan dan putih dalam, serta dalam penggunaanya jangan sering digeser geser,"lanjutnya.

Ia menjelaskan, jumlah masker yang ada di Bangka Belitung saat ini berjumlah, 467.950 lembar, tersebar di berbagai Kabupaten di Babel.

"Di Babel saat ini jumlahnya, 467.950 lembar, masker ini biasa dipakai masyarakat, sementara untuk masker tenaga medis itu N95 tentunya hanya untuk tenaga medis bukan untuk masyarakat jumlahnya 9.720,"katanya.

Mulyono mengatakan, bahwa saat ini Provinsi Bangka Belitung, masih dalam kesiap siagaan tidak ada kasus penyebaran virua tersebut di Babel.

"Sekali lagi kita pada fase kesiap-siagaan kita melakukan pengawasan responya, kita masih tahapan kesiap siagaan, setiap orang yang masuk melalui Pelabuhan dan Bandara di pantau oleh KKP kondisi tubuhnya,"tukasnya.

(posbelitung.co/Dede Suhendar/Riki Pratama/Andini Dwi Hasanah/ Cici Nasya Nita/ Suhardi Wiranata)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved