Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kasus Jual Beli Burung Kakaktua, Alobi Diminta Merawat dan Penitipan Barang Bukti

Kronologi kejadian berawal dari laporan warga kepada Gakkum KLHK soal kepemilikan satwa liar dilindungi tanpa dokumen

IST/Capture Video
Kepala Divisi Animal Rescue Yayasan Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Foundation Bangka Belitung, Valen 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Divisi Animal Rescue Yayasan Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Foundation Bangka Belitung, Valen menanggapi insiden kedapatan tersangka jual beli kakaktua yang merupakan hewan dilindungi.

Diinformasikan bahwa sidang pertama kasus tersebut diselenggarakan hari ini, Selasa (11/2/2020) di Pengadilan Negeri Pangkalpinang.

"Alobi hanya sebagai saranan penitipan barang bukti berupa dua ekor kakaktua jenis jambul kuning. Harga satwa tersebut bila dijual sekitar Rp 4 sampai 8 juta untuk yang bukan hasil penangkaran,"jelas Valen saat dikonfirmasi bangkapos.com, Selasa (11/2/2020).

Lebih lanjut, ia mengatakan kronologi kejadian berawal dari laporan warga kepada Gakkum KLHK soal kepemilikan satwa liar dilindungi tanpa dokumen.

"Kemudian barang bukti dititipkan kepada kita, penindakan hukum dari dinas terkait. Sesuai dengan fungsinya Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) sebagai sarana penampung Alobi berkewajiban merawat untuk sementara sampai ditetapkan akan dikemanakan satwa tersebut,"tuturnya.

Ia berharap para penghobi lebih bijak dalam memelihara, apalagi untuk jenis satwa yang dilindungi sebab satwa liar dilindungi lebih baik berada di alam.

"Tidak ada permintaan pasti tidak ada perburuan," tutupnya. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved