Breaking News:

Kongres PAN

Ketua DPW PAN Ungkap Kronologis Kericuhan Kongres PAN, Patrianusa : Saya di dalam dan Berlari

Patrianusa Sjahrun mengatakan, kericuhan sudah terdeteksi sejak Senin (10/2). Saat pendaftaran, sudah ada kubu yang saling berseberangan.

Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
capture instagram @makassar_iinfo
Video Kericuhan dan 'Hujan Kursi' saat Kongres V PAN di Kendari, Begini Kronologinya 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) sempat ricuh sebelum akhirnya Zulkifli Hasan terpilih kembali. Para peserta kongres yang berbeda kubu saling lempar kursi di arena kongres.  

Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kepulauan Bangka Belitung, Patrianusa Sjahrun mengungkap penyebab sebenarnya kericuhan di Kongres PAN yang berlangsung di di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara itu.

Patrianusa Sjahrun mengatakan dirinya berada di dalam hotel dan harus menyelamatkan diri karena para peserta kongres bersitegang. "Situasi sempat tak terkendali, saya sebagai Ketua DPW membawa DPD di dalam arena, saya berlari dari keributan," kata Patrianusa Sjahrun saat menghubungi bangkapos.com, Selasa (11/2).

Patrianusa Sjahrun mengatakan, kericuhan sudah terdeteksi sejak Senin (10/2). Saat pendaftaran, sudah ada kubu yang saling berseberangan.

"Mulai dari pendaftaran, ada kubu yang saling behadapan. Satu membenarkan, satu tidak. Keributan terjadi pada jam 1 pagi, satu kubu bilang sudah ditutup pendaftaran, satunya lagi sebut belum," kata Patrianusa Sjahrun.

Situasi memanas saat pembahasan tata tertib Kongres. Ada pihak yang menginginkan agenda langsung ke pemilihan Ketua Umum, sedangkan pihak lain menghendaki beberapa kegiatan harus dilewati lebih dahulu sebelum pemilihan ketua umum dilakukan.

"Saat itulah ada yang emosi, terjadi keributan, dua kali keributan, ada juga pihak luar yang memasuki arena kongres, dan tidak terkendali. Ada yang lempar kursi dan macam-macam," kata Patrianusa Sjahrun.

Melihat kondisi itu, pihak kemanan berasal dari kepolisian mengamankan arena kongres sehingag kericuhan terhenti. Setelah beberapa saat, Kapolda memberi jaminan kongres tetap berlangsung.

"Kongres berlanjut, forum menyepakati voting untuk pemilihan. Tadinya empat calon, yakni Zulkifli Hasan, Asman Abnur, Mulfachri Harahap dan Drajad Wibowo. satu di antaranya mundur yakni Asman Abnur. Lalu yang menang Zulkifli Hasan," kata Patrianusa Sjahrun.

Patrianusa Sjahrun mengatakan jika Zulkifli Hasan awalnya tak berkenan maju. "Karena desakan 30 DPW termasuk Bangka Belitung menghendaki pak Zul kembali maju Ketua Umum," kata Patrianusa Sjahrun.

Zulkifli mendapatkan 331 suara. Sedangkan, Mulfachri mendapatkan 225 suara, dan Dradjad Wibowo memperoleh 6 suara. Sementara itu, terdapat 3 suara tidak sah.

"Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, Saudaraku Zulkifli Hasan dengan ini ditetapkan menjadi ketua umum PAN," ucap anggota Steering Committee dalam Kongres V PAN, Totok Daryanto.

Dalam pemungutan suara ini ditetapkan ada 563 suara yang mengikuti proses pemilihan, dari 590 suara dalam Kongres V PAN secara keseluruhan.

Pemungutan suara ini awalnya dijadwalkan akan berlangsung pada Selasa (11/2/2020) malam,

Namun, proses ini dipercepat setelah terjadi kericuhan dalam rapat pleno antara kubu Zulkifli Hasan dan kubu Mulfachri Harahap.

Berbeda dari kongres sebelumnya, pemungutan suara kali ini dilakukan secara terbuka dengan menggunakan bilik suara. (tea)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved