Berita Pangkalpinang

Lahan Pemakaman Semakin Sempit, Begini Saran Dosen Tehnik Sipil UBB

Lahan pemakaman semakin hari semakin sempit. Sementara, hampir setiap hari ada saja orang yang meninggal dunia dan harus dimakamkan secara layak

Lahan Pemakaman Semakin Sempit, Begini Saran Dosen Tehnik Sipil UBB
st/Revy
Dosen Tehnik Sipil Universitas Bangka Belitung, Revy Safitri. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dosen Tehnik Sipil Universitas Bangka Belitung, Revy Safitri memberikan saran mengenai letak dan pembangunan pemakaman yang tepat.

Diberitakan sebelumnya, lahan pemakaman semakin hari semakin sempit. Sementara, hampir setiap hari ada saja orang yang meninggal dunia dan harus dimakamkan secara layak.

Jika tak diantisipasi dari sekarang, tidak menutup kemungkinan lahan pemakaman menjadi sangat langka.

"Letak pemakaman sebaiknya berada di lokasi yang mudah diakses. Selain itu, tidak berada di lokasi tanah subur, rawa, atau dekat dengan sungai serta daerah yang rawan banjir."ungkap Revy saat dikonfirmasi bangkapos.com, Selasa (11/2/2020).

"Tidak hanya itu, tempat pemakaman sebaiknya berada di lokasi yang tidak terlalu dekat dengan pasar atau pusat perdagangan lainnya," kata Revy.

Lebih lanjut, ia mengatakan tidak ada larangan yang mengatur letak pemakaman harus berada jauh dari pemukiman.

Selama masyarakat dan lingkungan sekitar menerima, tidak masalah lokasinya berada di dekat pemukiman.

Hanya saja sebaiknya tidak berada di lokasi yang terlalu padat penduduk, serta perlu diberikan pagar yang membatasi area pemakaman.

"Sebaiknya dibangun di lokasi yang memiliki lahan yang luas agar memiliki daya tampung yang cukup untuk beberapa tahun ke depan," kata Revy.

Menurutnya, bangunan pemakaman secara ilmu tehnik sipil tidak ada syarat khusus.

"Namun ada baiknya area pemakaman memiliki pagar keliling yang membatasi wilayah pemakaman dengan area luar dan menyesuaikan dengan tata guna lahan dalam rencana pembangunan daerah,"tutupnya. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved