Berita Pangkalpinang

Penderita DBD Periode Januari-Februari 2020 Menurun Dibanding 2019

Penderita Demam Berdarah (DBD) Periode Januari sampai minggu ke dua Februari 2020 menurun dibandingkan tahun 2019 lalu.

Penderita DBD Periode Januari-Februari 2020 Menurun Dibanding 2019
Bangkapos.com/ Suhardi Wiranata/
Suhardi Wiranata/ Nuroll Hety Baro, Kasie Pencegahan, Pengendalian, Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Berdasarkan data perbandingan Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Penderita Demam Berdarah (DBD) Periode Januari sampai minggu ke dua Februari 2020 menurun dibandingkan 2019 lalu.

Data yang diperoleh bangkapos.com menunjukkan periode bulan Januari sampai saat ini, Selasa (11/02/20), angka penderita DBD sebanyak 18 penderita.

Kasus DBD bulan Januari ditemukan 13 orang dan minggu ke dua bulan Februari ada 5 penderita DBD.

Sementara data kasus DBD periode yang sama, pada 2019 lalu per Januari 2019 ada 38 penderita serta 21 orang penderita pada Februari.

Dari data kasus DBD Tahun 2020 periode Januari sampai saat ini, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang menemukan, penderita terbanyak saat ini ada di Wilayah Melintang, pada Januari 6 orang dan Februari terdapat 1 orang penderita DBD.

Adapun data kasus per wilayah lainnya, di Pangkalbalam 1 orang, Tamansari 1 orang, Girimaya 3 orang, Air Itam 4 orang serta Gerunggang 1 orang dan Selindung.

Saat ditemui di ruangannya, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Selasa (11/02/20) sore, Nuroll Hety Baro, Kasie Pencegahan, Pengendalian, Penyakit Menular (P2PM),

Ia menyebutkan daerah tersebut berdekatan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) menyebabkan adanya genangan air, sehingga nyamuk DBD bersarang dan berkembang biak.

"Wilayahnya dekat dengan daerah aliran sungai (DAS) jadi banyak air yang tergenang," ujar Nuroll.

"Karena nyamuk DBD tidak sembarang bertelur, ia (nyamuk DBD) tidak menyukai genangan air kotor, mereka lebih suka di genangan air seperti bekas kaleng, pot bunga, atau bersarang di baju atau celana yang digantung," Nuroll melanjutkan.

Nuroll menyebutkan dari data kasus DBD di Kota Pangkalpinang, sejauh ini belum ditemukan ada penderita sampai meninggal.

Ia juga meminta masyarakat berperan aktif dalam memberantas perkembang biakan nyamuk agar tidak terjadi penyebaran penyakit DBD, apalagi sampai terjadi kejadian luar biasa (KLB).

"Info yang beredar menyebutkan ada penderita yang meninggal dunia akibat DBD, kita sudah konfirmasi ke rumah sakitnya langsung, ternyata bukan DBD penyebabnya melainkan kelainan jantung," kata Nuroll.

(Bangkapos.com/ Suhardi Wiranata)

Penulis: Suhardi Wiranata
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved