Berita Bangka Tengah

SMPN 1 Koba Gunakan Keuntungan Koperasi Simpan Pinjam Sekolah, Talangi Dana BOS yang Sering Telat

Ia mengakui jika dana BOS selalu mengalami keterlambatan, dan sampai dengan tahun 2019 pencairan dana BOS

SMPN 1 Koba Gunakan Keuntungan Koperasi Simpan Pinjam Sekolah, Talangi Dana BOS yang Sering Telat
Bangkapos.com/Muhammad Rizki
Kepsek SMPN 1 Koba, Hana Meilani. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kepala Sekolah SMPN 1 Koba, Hana Meilani mengatakan, di bulan Desember setiap tahun pihaknya selalu melakukan pembaruan data sekolah yang langsung ke kementerian untuk menjadi pengajuan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Ia mengakui jika dana BOS selalu mengalami keterlambatan, dan sampai dengan tahun 2019 pencairan dana BOS dilakukan secara bertahap per tiga bulan sekali.

"Mulai dari saya pertama sekali menjadi kepala sekolah tahun 2014 sampai sekarang sudah enam tahun, pencairan BOS itu belum pernah tepat waktu," ungkap Hana, Selasa (11/2/20120) kepada Bangkapos.com

Padahal ia mengatakan dana tersebut sangat dibutuhkan untuk pembayaran keperluan operasional sekolah, seperti listrik, kegiatan siswa, dan internet.

Menurutnya dana BOS tersebut dicairkan tiga bulan sekali, namun untuk triwulan pertama saja untuk bulan Januari, Februari, Maret biasanya dicairkan paling cepat akhir Maret atau awal April, yang notabene di awal April sudah memasuki triwulan kedua.

Untuk urusan listrik SMPN 1 Koba yang memiliki 700 siswa ini memakai daya 42.000 watt, dan harus mengeluarkan biaya setidaknya Rp 6 juta hingga  Rp 7 juta, dan biaya yang menurutnya tidak bisa dihindari untuk mengikuti perlombaan, seperti seleksi olahraga tingkat kecamatan, dan seleksi gala siswa.

"Itu semua dilakukan di bulan Januari hingga Februari, itu kan dari mulai biaya pembinanya, pelatihnya yang harus dikeluarkan biaya transportnya" jelas Hana.

Ia juga menjelaskan, jika ada dana yang tak terduga, seperti baru-baru ini untuk merenovasi taman yang sudah cukup tua karena jika tidak direnovasi dikhawatirkan akan membahayakan bagi siswa.

Diaui Hana, semua biaya tersebut menurutnya tidak bisa menunggu biaya BOS yang selalu terlambat.

Untungnya untuk mengakali biaya yang belum cair tersebut pihak sekolah memiliki koperasi simpan pinjam dan kantin yang dikelola oleh guru, di mana kantin tersebut menerima titipan berbagai jenis makanan dari masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rizki
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved