Berita Pangkalpinang

ACT Bangka Belitung Lakukan Aksi Peduli Datangkan Syekh Ismail Omar Hussein Abu Jouda dari Palestina

ACT Bangka Belitung melakukan aksi peduli terhadap saudara-saudara yang tertindas dengan mendatangkan Syekh Ismail Omar Hussein Abu Jouda

ACT Bangka Belitung Lakukan Aksi Peduli Datangkan Syekh Ismail Omar Hussein Abu Jouda dari Palestina
Ist/Cherry
Marketing Komunikasi (MARKOM) ACT Bangka Belitung Cherry Octoryan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bangka Belitung menanggapi kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump  yang kontroversi yakni Deal of the Century, yakni kebijakan yang membuat perjanjian damai antara Palestina dan Israel.

Namun banyak pihak yang menyatakan bahwa kebijakan ini hanyalah akal-akalan semata Amerika dan Israel yang justru menyulitkan dan merugikan Palestina.

Untuk itu, ACT Bangka Belitung melakukan aksi peduli terhadap saudara-saudara yang tertindas dengan mendatangkan Syekh Ismail Omar Hussein Abu Jouda dari Palestina.

Marketing Komunikasi (MARKOM) ACT Bangka Belitung Cherry Octoryan mengatakan, Syekh Ismail Omar Hussein Abu Jouda akan melakukan Safari Dakwah keliling Bangka Belitung untuk mengisi Tausiyah di Masjid, Majelis Taklim, Sekolah/Kampus, Instansi, dan Komunitas-komunitas.

“ACT Bangka Belitung akan mendatangkan ulama dari Palestina untuk mengisi rangkaian kegiatan dakwah di Bangka Belitung. Dengan kedatangan syekh ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kondisi sebenarnya di Palestina, mengingat Kebijakan Kontroversi Deal Of the Century ini adalah Kebijakan yang justru merugikan Penduduk Palestina,” ungkap Cherry kepada Bangkapos.com, Rabu (12/2/2020).

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan, ACT tentu saja fokus pada isu kemanusian dan dunia Islam, termasuk apa yang terjadi di Palestina.

"Kebijakan ini bertentangan dengan kemanusiaan dan juga bertentangan dengan hak-hak dan kedaulatan warga Palestina. Jika Aspek kemanusiaan secara umum terganggu maka akan mengganggu aspek lainnya seperti pangan, pendidikan, tempat tinggal dan lain-lain," tegas Cherry.

Great Return March (GRM), adalah suatu aksi yang dilakukan Penduduk Palestina dalam berunjuk rasa menentang segala tindakan dzolim yang dilakukan oleh Zionis Israel.

"Dalam aksi ini pun tak jarang memakan korban jiwa hingga cacat pada fisiknya. Hingga kini, 3.000 orang Palestina mengalami cacat permanen akibat serangan Israel dalam Aksi Great Return March," tuturnya.

Sebanyak 100 kursi roda telah diserahkan ACT atas amanah para Dermawan Indonesia kepada penduduk Palestina yang mengalami cacat fisik akibat serangan tersebut.

“ACT Bangka Belitung punya program 1.000 Kursi Roda untuk Palestina. Insyaallah dalam kegiatan Safari Dakwah ini yang nantinya juga akan di barengi dengan kegiatan menghimpun dana, diharapkan dapat menambah kesadaran umat sekaligus membangkitkan kepedulian Masyarakat Bangka Belitung terhadap saudara teraniaya," jelasnya.

Himpunan dana yang terkumpul nantinya akan dialokasikan untuk membeli Kursi Roda dan akan di serahkan ke penduduk Palestina yang mengalami cacat fisik akibat serangan Zionis Israel.

Bagi masjid, majelis taklim, sekolah/kampus, instansi dan komunitas yang ingin ikut memeriahkan kegiatan Safari Dakwah ini dan mengundang Syekh Ismail Omar Hussein Abu Jouda, dapat menghubungi pihak ACT Bangka Belitung di Nomor Telp/WA 0823 3737 0377 untuk mengisi ketersediaan jadwal Safari Dakwah.
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved