Berita Pangkalpinang

Dosen Teknik Sipil Sarankan Benahi Tata Letak Pasar dan Perlunya Ketegasan

Selain itu perlu juga ketegasan pihak terkait dalam penertiban dan penataan pasar.

Dosen Teknik Sipil Sarankan Benahi Tata Letak Pasar dan Perlunya Ketegasan
bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Dosen Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung sekaligus Kepala BPH STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung Fadillah Sabri 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dosen Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung sekaligus Kepala BPH STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung Fadillah Sabri memberikan saran agar membenahi tata letak pasar di kota Pangkalpinang.

Menurutnya, kondisi pasar saat ini seperti Pasar Term dan Pasar Pagi di Kota Pangkalpinang bahkan pasar di Indonesia belum mencerminkan pasar yang teratur dan higenis.

Selain itu perlu juga ketegasan pihak terkait dalam penertiban dan penataan pasar.

"Jadi pasar harus kita buat pola pikirnya bukan harus kotor, maka tata letak, managemen pengelolaan pasar harus diperhatikan. Bila dua hal tersebut telah diperhatikan, baru selanjutnya mengenai penegakkan hukum yang melanggar dari tata kelola tersebut," kata Fadillah saat ditemui bangkapos.com di STKIP Muhammadiyah Babel, Rabu (12/2/2020).

Lebih dari Setengah Badan Jalan Pasar Depan Atrium Pangkalpinang Digunakan Pedagang Kaki Lima

Menurut dia,  tata letak dan kelola harus diperhatikan segmen atau jenis produk sesuai fungsi dalam peletakannya.

"Misalnya pasar buah isinya buah, pasar daging isinya jualan daging, jangan dicampur dengan pasar jualan baju, itu tidak cocok. Harus ada pembagian segmen yang tegas," jelasnya.

Selanjutnya, pemasalahan higienitas, drainase (pembuangan massa air), dan limbah juga perlu diperhatikan.

"Pasar perlu memiliki tempat pembuangan limbah terutama pasar ikan, daging, buah, dan sayur itu harus beda desainnya," ujar Fadillah.

Dia juga menyoroti mengenai kondisi pasar saat ini.

Pedagang Kios Pasar Atrium Minta Pemerintah Kota Lebih Tegas Sikapi Pedagang Kaki Lima

Naziarto Belum Terima Kabar Resmi Soal Dirinya yang Terpilih Jadi Sekda Bangka Belitung

Bila dilihat, sering kali memakan bahu jalan sehingga menganggu fungsi jalan sebagai area lalu lintas berkendaraan.

"Jika pasar sudah memakan bahu atau badan jalan, itu salah, itu tidak dibenarkan. Jalan bukan untuk berjualan tetapi jalan untuk tempat kendaraan melintas. Di sini bukan salah pasar, yang salah adalah ketertibannya," sebutnya.

Pihak pengelola pasar harus mampu membatasi antara kapasitas area penjualan dan para penjual sendiri dan mempertimbangkan area parkir saat membangun pasar.

"Oleh karena itu, lakukan penertiban bagi pedagang kaki lima yang sering berjualan pada bahu jalan, dan kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan. Saya rasa belum terlambat jika ingin membenahi pasar dan bisa dilakukan tetapi memang perlu pendekatan," kata dia. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved