Berita Pangkalpinang

Kondisi Pasar Tradisional Pangkalpinang Sering Dikeluhkan Warga,Ini Saran Pemerhati Kebijakan Publik

Kondisi pasar tradisional di Kota Pangkalpinang memang sudah sering dikeluhkan oleh pedagang maupun pembeli bahkan juga oleh masyarakat

Kondisi Pasar Tradisional Pangkalpinang Sering Dikeluhkan Warga,Ini Saran Pemerhati Kebijakan Publik
Dok/Jumli Jamaludin
Pemerhati Kebijakan Publik atau Ketua Lembaga Partisipasi Pengawas dan Pemerhati Pelayanan Publik Bangka Belitung (LP5 Babel), Jumli Jamaluddin 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Pemerhati Kebijakan Publik atau Ketua Lembaga Partisipasi Pengawas dan Pemerhati Pelayanan Publik Bangka Belitung (LP5 Babel), Jumli Jamaluddin mengaku sering mendapat keluhan perihal tata letak dan pengelolaan pasar saat ini.

Kondisi pasar tradisional di Kota Pangkalpinang memang sudah sering dikeluhkan oleh pedagang maupun pembeli bahkan juga oleh masyarakat umum yang melintasi pasar tradisional tersebut.

"Bahkan dikeluhkan kumuh, becek dan licin, ditambah lagi pedagang berjualan di luar area pasar dan parkir memakan badan jalan yang pada jam-jam tertentu lalu lintas umum di jalan tersebut menjadi macet dan membuat kondisi pasar tambah semerawut. Contoh saja misalnya pasar pagi Kota Pangkalpinang," ungkap Jumli saat dikonfirmasi bangkapos.com, Rabu (12/2/2020).

Menurutnya, yang dikeluhkan masyarakat tak hanya itu saja tapi aroma kurang sedap menyeruak di kawasan pasar tersebut.

Kondisi pasar tradisional yang ada di Kota Pangkalpinang masih terkesan belum di tata dengan baik sehingga masih banyak para pedagang yang menjajakan dagangannya di tempat yang tidak semestinya dan bahkan berpotensi membahayakan baik pedagang maupun masyarakat umum pengguna lalu lintas di area tersebut.

"Terlebih belum adanya tempat parkir yang cukup dan memadai di pasar tersebut sehingga parkir kendaraan menggunakan badan jalan. Sebetulnya pemerintah kota Pangkalpinang tahun-tahun sebelumnya juga sudah pernah melakukan penataan maupun merenovasi membenahi kawasan pasar tradisional ini," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahkan bangunan pasar direvitalisasi dan pedagang yang berjualan di jalan juga mulai ditertibkan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) miliaran rupiah dari pemerintah pusat untuk revitalisasi kios, sanitasi, lalu lintas dan lingkungan pasar, hanya saja belum maksimal.

"Dengan kondisi tersebut maka memang harus menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk dapat mengatasi permasalahan menertibkan kondisi pasar dengan melakukan pembenahan, menata kembali dan mengelola dengan baik pasar-pasar tradisioanal di Kota Pangkalpinang tersebut,"saran Jumli.

Selain itu, mengeluarkan aturan yang tegas dan penindakan tegas untuk dapat menciptakan kondisi pasar agar masyarakat yang berbelanja ke pasar tersebut lebih nyaman dan aman.

Pedagang ayam di Pasar Pangkalpinang
Pedagang ayam di Pasar Pangkalpinang (Bangkapos.com)

Terkait masalah parkir pun, pemerintah perlu mengupayakan tempat parkir yg memadai untuk pasar, maupun menata perparkiran agar tidak mengganggu lalu lintas umum bahkan berpotensi rawan kecelakaan pada jam tertentu saat ramainya aktivitas pasar.

Bahkan diharapkan pasar tradisional dengan keanekagaman semestinya harus diorientasikan menjadi objek wisata pasar tradisional yang berimplikasi dapat menambah pemasukan atau PAD bagi daerah itu sendiri serta peningkatan penghasilan bagi masyarakat.

"Hal yang tidak kalah penting adalah edukasi kepada pedagang, pembeli, atau masyarakat yang berbelanja di pasar tersebut berpartisipasi dan agar betul-betul dapat meningkatkan kesadaran untuk menjaga kebersihan, ketertiban, keindahan pasar, keamanan, kenyamanan, maupun mematuhi aturan yang sudah dibuat oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang," harap Jumli.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved