Berita Pangkalpinang
Lebih dari Setengah Badan Jalan Pasar Depan Atrium Pangkalpinang Digunakan Pedagang Kaki Lima
Ketika tim Bangkapos.com berusaha mengukur ruang yang tersisa untuk dilewati kendaraan, ruas ini hanya tersisa lima langkah kaki orang dewasa saja.
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kiri dan kanan sisi jalan pasar atrium Pangkalpinang habis digunakan pedagang kaki lima.
Jalan yang seharusnya digunakan untuk lalu lintas kini terpenuhi sesak oleh penjual yang menghampar jualan mereka menggunakan sisi jalan.
Hal ini tampak berdasarkan pantauan Bangkapos.com, Rabu (12/2/2020)
Terlihat jalan yang menjadi lintasan utama menuju pusat perbelanjaan Bangka Trande Center (BTC) dan Ramayana Pangkalpinang itu padat kendaraan sebab jalan tersebut hanya dapat dilalui satu jalur kendaraan saja.
Ada pula kendaraan yang terparkir dipinggir jalan begitu saja, menambah kesempitan jalan yang seharusnya tidak menjadi tempat berjualan dan tempat parkir itu.
Ketika tim Bangkapos.com berusaha mengukur ruang yang tersisa untuk dilewati kendaraan, ruas ini hanya tersisa lima langkah kaki orang dewasa saja.
Tampak lebih dari setengah badan jalan pasar depan Atrium Pangkalpinang digunakan pedagang kaki lima.
Pedagang kaki lima di kawasan ini rata-rata menjual aneka buah-buahan, ada pula baju dan buku-buku, serta bumbu-bumbuan.
Agus (58) satu diantara penjual buah yang memakan sisi jalan mengaku, diirnya sudah berjualan sejak 30 puluhan tahun yang lalu, tanpa membayar iuran perbulan sedikit pun.
"Di sini sudah 30 tahun, kami tidak pernah bayar perbulannya, mau gimana lagi kalau jualan ditempat lain belum tentu laku disini saja susah apalagi mau pindah," ungkap Agus saat ditemui Bangkapos.com di pasar, Rabu (12/02/2020)
Dia mengatakan, pemerintah kota Pangkalpinang selama ini tidak pernah melarang mereka untuk berjualan disisi jalan pasar atrium tersebut.
"Selama ini disini lah, tidak pernah kita digusur atau diminta pindah oleh pemerintah, kita hanya bayar uang sampah saja sehari sepuluh ribu," tuturnya
Sementata itu, Yuliana pedagang baju yang juga menghampar jualannya disisi jalan mengaku, dirinya tidak tahu mau jualan dimana lagi selain dipasar tersebut.
"Pemerintah tidak menyediakan kami tempat khusus untuk jualan, ya kalau ada pun pasti jadi sepi dan kami mau jualan gimana, disini aja kalau tidak ada orang kampung sepi, orang Pangkalpinag asli lebih milih ke pasar modern," ucap Yuliana (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
• Masih Acak dan Belum Jelas, Molen Inginkan Pemkot Pangkalpinang Ada Bank Data
• Jatanras Polda Bangka Belitung Bekuk Bandar Togel di Rumahnya
• Saat Netizen Dibikin Salah Fokus pada Foto Anya Geraldine dan Baim Wong di Kolam Renang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/suasana-pasar-depan-atrium-kota-pangkalpinang.jpg)