Advertorial

Terebosan Cafe Sehat Jadi Pos Pemulihan Gizi Terpadu

Sesuai dengan Permendes Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa untuk penanggulangan stunting

Terebosan Cafe Sehat Jadi Pos Pemulihan Gizi Terpadu
Ist
Puskesmas Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur melakukan terobosan dengan membuat inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat 

BANGKAPOS.COM--Puskesmas Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur melakukan terobosan dengan membuat inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat dalam upaya penanggulangan stunting yang dinamakan cafe sehat.

Cafe sehat adalah suatu wadah rangkaian kegiatan dalam rangka pemberian makanan tambahan pemulihan selama 1 bulan bagi balita yg memiliki status gizi buruk, kurang dan stunting yang memberdayakan kader posyandu untuk terlibat aktif mulai dari merencanakan, mengidentifikasi, melaksanakan, mendampingi, anak sampai monitoring dan evaluasi. Bekerjasama dan bersinergi dengan desa dalam pembiayaan menggunakan sumber dana Alokasi Dana Desa.

Sesuai dengan Permendes Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa untuk penanggulangan stunting, maka Puskesmas Simpang Pesak secara intensif melakukan advokasi yang bertujuan mendorong desa untuk memanfaatkan dana desa dalam kegiatan penanggulangan stunting di wilayah Kecamatan Simpang Pesak.

Latar belakang timbulnya program cafe sehat ini berdasarkan Prevalensi Stunting menurut Data PPBGM Februari 2019 Kecamatan Simpang Pesak sebesar 20,1% dan juga penanganan balita kurus dan stunting belum optimal.

Pelaksanaan cafe sehat ini dimulai dengan sosialisasi dan advokasi kepada desa untuk membangun komitmen bersama dalam penanggulangan masalah stunting.

Dibentuknya tim cafe sehat yang melibatkan kader posyandu dan dipilih sasaran yang memperoleh program pemberian makanan tambahan pemulihan dan dilaksanakannya pemberian makanan tambahan pemulihan tersebut sebanyak 3 kali/hari selama 1 bulan yang dikelola kader posyandu. Setelah itu dilakukan monitoring status gizi setiap 2 minggu sekali.

Dari hasil evaluasi yang dilaksanakan 2 kali diketahui terjadi perbaikan status gizi (berat badan dan tinggi badan) pada hamper seluruh balita sasaran gizi buruk, gizi kurang dan stunting.

Wakil Gubernur Kep. Bangka Belitung Drs. Abdul Fatah mengapresiasi cafe sehat yang digagas oleh Kepala Puskesmas dan Kepala Desa.

"Semoga Cafe Sehat ini bisa dijadikan model di semua desa. Rencananya Café Sehat ini akan diterapkan di Kab/Kota se-Provinsi Babel," harap Abdul Fatah. (*)

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved