Berita Sungailiat

Hutan Lindung Dirusak Pulau Dante Belinyu Dikepung Tambang Ilegal

Tambang timah ilegal tetap marak. Tambang inkonvensional (TI) jenis rajuk tower tersebut jumlahnya mencapai ratusan unit.

Hutan Lindung Dirusak Pulau Dante Belinyu Dikepung Tambang Ilegal
Ist/Satpol PP Bangka
Tim Satpol PP meninjau Pulau Dante Desa Ridingpanjang (Ripan) Belinyu Bangka, Kamis (13/2/2020). Di lokasi ini terlihat ratusan unit ponton tambang ilegal jenis TI Rajuk Tower. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Tambang timah ilegal tetap marak. Tambang inkonvensional (TI) jenis rajuk tower tersebut jumlahnya mencapai ratusan unit.

Tambang ini merambah Perairan Pulau Dante Desa Ridingpanjang Kecamatan Belinyu Bangka. Karena itu pula Tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangka, Kamis (13/2/2020) turun ke lapangan terkait adanya keluhan sejumlah warga, khususnya kalangan nelayan lokal.

"Pulau Dante Desa Ridingpanjang diserbu tambang timah ilegal jenis tower. Perairan Pulau Dante dikepung tambang tambang ilegal. Mendapat info tersebut, kami Pol PP Kabupaten Bangka melakukan pemantauan terhadap lokasi tersebut," kata Plt Kepala Kantor Satpol PP Bangka, Kusyono Aditama diwakili Kabid Perundang-Undangan Achmad Suherman kepada Bangka Pos, Kamis (13/2/2020).

Diakui Suherman, saat Tim Pol PP tiba di lokasi, ratusan ponton TI Tower itu sedang bersandar namun pada hari ini, Kamis (13/2/2020) sedang tak beroperasi. Tambang tersebut tak beraktifitas karena muncul gejolak pro dan kontra di kalangan masyarakat setempat. Padahal sebelumnya ratusan tambang ini dipastikan telah menyedot mineral di lokasi yang dimaksud.

"Kemarin sejumlah masyarakat pro tambang. datang ke Kantor Desa Ridingpanjang untuk meminta izin menambang. Ketika itu rapat di Kantor Desa Ripan (Ridingpanjang) Belinyu yang intinya meminta agar tambang timah mereka bisa berjalan," ungkap Suherman.

Namun tidak semua warga yang menginginkan adanya tambang di lokasi ini. Apalagi Pemerintahan Desa (Pemdes) Ridingpanjang, sebelumnya telah mengeluarkan surat larangan adanya aktivitas tambang di daerah perairan pulau itu. Sementara itu, tambang tersebut bisa beroperasi karena diduga telah dikoordinir oleh pihak tertentu.

"Berdasarkan surat dari Desa Ripan Tanggal 10 Januari 2020 bersama BPD setempat, hasil rapat bersama bahwa TI Apung atau TI Tajuk dan sejenisnya di sekitar Pulau Dante, dilarang. Pemdes Ripan melarang adanya pertambangan tersebut," tegas Suherman.

Untuk menghindari terjadinya konflik pihak pro dan kontra di desa ini, Tim Satpol PP Bangka pun dikerahkan.

"Pantauan kami hari ini ada ratusan TI apung tower bersandar dan belum beroperasi (karena ada pro-kontra). Lokasi tambang ini harus melalui jalur sungai. Karena keterbatasan sarana, kami hanya bisa melihat dari jauh, sekitar 1 Km dari Pelabuhan Tambat Pulau Dante," kata Suherman.

Dipastikan Suherman, ratusan ponton TI Tower tersebut sebelumnya beroperasi tanpa izin dan lokasinya berada di kawasan sungai dan Hutan Lindung (HL). Sungai dan hutan mangrove di lokasi itu merupakan areal tangkap nelayan lokal yang seharusnya dilindungi.

"Lokasi ini tempat nelayan lokal mencari nafkah. Baik ikan, udang, kepiting. Tentunya sangat sayang kalau dihancurkan. Apalagi Pulau Dante sangat indah ditumbuhi bakau-bau, airnya jernih, banyak ikan. Sedangkan tambang hanya sesaat," kata Suherman berharap keberadaan tambang ilegal tak menimbulkan gejolak atau polemik antar sesama warga. (Bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved