Berita Pangkalpinang

Kondisi Ekonomi Bangka Belitung Sedang Susah, Agung Setiawan Setuju Royalti Timah Dinaikan

Wakil Ketua Komisi III, DPRD Provinsi Bangka Belitung, Agung Setiawan, mendukung penuh untuk adanya kenaikan royalti dari Timah

Kondisi Ekonomi Bangka Belitung Sedang Susah, Agung Setiawan Setuju Royalti Timah Dinaikan
Dokumen Bangka Pos
Agung Setiawan 

Wakil Ketua Komisi III, DPRD Provinsi Bangka Belitung, Agung Setiawan, mendukung penuh untuk adanya kenaikan royalti dari Timah

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wakil Ketua Komisi III, DPRD Provinsi Bangka Belitung, Agung Setiawan, mendukung penuh untuk adanya kenaikan royalti dari Timah yang diberikan Pemerintah Pusat ke daerah.

Menurutnya perekonomian Provinsi Bangka Belitung saat ini sedang susah sehingga perlu bantuan dari royalti tersebut.

"Pemerintah pusat perlu membantu dengan menambah royalti timah ke Babel karena tidak sesuai dengan kondisi kerusakan alam di Babel, untuk itu dengan hormat Kementrian BUMN supaya royalti di sesuaikan kembali,"jelas Agung Setiawan, Politisi Nasdem ini kepada wartawan, Kamis (13/2/2020).

Agung menambahkan royalti yang diberikan saat ini masih kurang untuk membantu pembangunan di Provinsi Bangka Belitung.

"Karena perekonomian di Babel sekarang lagi lesu dan Babel lagi susah, minta pemerintah pusat benar-benar di perhatikan royalti timah ini. Naik menjadi 8 persen bisa dimunculkan untuk Provinsi Babel biar lebih sejahtera,"harapnya.

Diberitakan sebelumnya, Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Provinsi Bangka Belitung Supianto, menjelaskan terkait royalti yang diterima Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dari hasil tambang timah, belum begitu membantu perekonomian di Provinsi Bangka Belitung saat ini

Ia menjelaskan berdasarkan trend Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Timah, dari 2015 hingga 2019 mengalami naik turun dengan hitungan tiga persen dari harga jual dan total produksi.

"Data dari total nilai PNBP, iuran royalti di hitung berdasarkan nilai sebesar tiga persen dari harga jual dan total produksi. Jadi nilai tiga persen dihitung pendapatan nilai royalti pada 2019 sebesar Rp 528.298.786.480,"ungkap Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Supianto, kepada wartawan di tempat kerjanya, Kamis (13/2/2020).

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved