Berita Pangkalpinang

Menikah di KUA Gratis, Tapi Kalau Diluar Harus Bayar Sebesar Ini

Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag) tidak memungut biaya atau menggratiskan biaya penikahan, bagi pasangan Catin yang

Menikah di KUA Gratis, Tapi Kalau Diluar Harus Bayar Sebesar Ini
Bangkapos/Suhardi Wiranata 
Sumantri, S.Ag Kepala KUA Kecamatan Taman Sari, Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hambatan yang sering kali dihadapi oleh sepasang calon suami istri atau calon pengantin (Catin) ketika mau melaksanakan pernikahan adalah biaya mahal.

Saat ditemu bangkapos.com, Kamis (13/02/20), Sumantri, S.Ag selaku Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Taman Sari, Pangkalpinang.

Dalam mengatasi permasalahan tersebut, ia mengatakan Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag) tidak memungut biaya atau menggratiskan biaya penikahan, bagi pasangan Catin yang melangsungkan pernikahan di KUA.

"Menikah di KUA tidak ada pungutan biaya, ini berdasarkan PP No 48 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas PP Nomor 47 tahun 2004 tentang Tarif Atas Jenis penerimaan negara bukan pajak yang berlaku Pada Depag,"ujar Sumantri Selaku Kepala KUA Taman Sari.

Aturan ini merupakan sarana untuk memudahkan serta meringankan calon pasangan dalam melaksanakan pernikahan.

Dia menyebutkan, peraturan ini hanya berlaku saat jam kerja, Sementara itu jika diluar jam kerja dan di luar balai nikah akan dikenakan tarif sebesar Rp 600 ribu.

" Sesuai peraturan pemerintah, Kalau nikah di KUA atau Balai Nikah pada hari dan jam kerja Rp.0,-, Tapi kalau di rumah atau di luar balai nikah KUA akan dikenakan biaya Rp 600 ribu, akan langsung disetorkan ke kas Negara," lanjut Sumantri.

SEJAK TAHUN 2020 SETIAP CATIN WAJIB MENGIKUTI KONSELING PRA-NIKAH

Selain itu, Sumantri juga mengatakan berdasarakan peraturan baru dari Kemenag sejak Tahun 2020 ini, Setiap Catin yang akan melangsungkan pernikahan, bisa mengikuti konseling pra-nikah atau kursus calon pengantin.

Adapun konseling pra-nikah itu bertujuan sebagai upaya menekan angka tingkat perceraian khususnya Kota Pangkalpinang.

"Setelah semua berkasnya lengkap, kita akan melakukan kesepakatan jadwal kepada catin untuk melakukan konseling pra-nikah di Taman Sari ini jadwalnya Selasa dan Rabu, tapi kalo catin mau di hari yang lain bisa juga, kota Pleksibelkan,"Kata Sumantri.

"Tujuannya untuk menjaga kelestarian perkawinan pernikahan itu, agar mereka (Catin) tau tujuan menikah, fungsi menikah dan makna menikah. Selain itu catin bisa mengetahui kewajiban serta hak mereka setelah jadi Suami Istri dan sudah memiliki anak," lanjut Sumantri.

(Bangkapos.com/ Suhardi Wiranata)

Penulis: Suhardi Wiranata
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved