Tertibkan Kawasan Pasar Ratu Tunggal

Sudah Tiga Puluh Tahun Pasar Kota Dibiarkan Semrawut

Bangka Pos Menurunkan Liputan khusus terkait semerawutnya pasar kota. Simak selengkapnya di Edisi Cetak, Jumat (15/02/2020) dan Bangkapos.com

Sudah Tiga Puluh Tahun Pasar Kota Dibiarkan Semrawut
Bangka Pos/ Muhammad Rizki
Pedagang kaki lima di BTC Mall, Senin (11/03/2019) 

PANGKALPINANG, BANGKAPOS.COM - Kondisi arus lalu lintas di Jalan Perniagaan, depan Pasar Atrium Pangkalpinang padat merayap. Jalan selebar 13 langkah kaki orang dewasa itu terasa sempit.

Pasalnya, kiri dan kanan jalan dipenuhi lapak pedagang kaki lima dan hanya menyisakan jalan selebar 5 meter saja. Pantauan harian ini, PKL tersebut menjual aneka buah-buahan, baju, buku serta bumbu.

Agus (58) satu di antara penjual buah di tepi jalan itu mengaku sudah 30 tahun berjualan di tempat tersebut. Selain menggunakan fasilitas umum, dia tidak membayar iuran atau retribusi apapun.

"Kami tidak pernah bayar per bulan. Mau gimana lagi, kalau jualan di tempat lain belum tentu laku. Di sini saja susah, apalagi pindah," ungkap Agus, Rabu (12/2).

Tidak hanya Agus, puluhan PKL lain juga memanfaatkan jalan di sekitar Bangka Trade Center (BTC) dan Ramayana Pangkalpinang tersebut. Akibatnya, pengendara dan pejalan kaki harus berbagi jalan saat melintas di kawasan tersebut. Tampak pula kendaraan terparkir di tepi jalan sehingga menambah sempit ruas jalan.

Agus mengaku Pemerintah Kota Pangkalpinang tidak pernah melarang mereka berjualan di sisi jalan kawasan BTC dan Ramayana tersebut.

"Selama ini di sini, tidak pernah kita digusur atau diminta pindah oleh pemerintah. Kita hanya bayar uang sampah saja sehari Rp 10.000,” tuturnya.

Bangka Pos Menurunkan Liputan khusus terkaity masalah semerawutnya pasar kota. Simak selengkapnya di Edisi Cetak, Jumat (15/02/2020) dan updatenya di portal ini. (*)

Editor: ibnu Taufik juwariyanto
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved