Berita Pangkalpinang

Temuan Ada Peternak Jentik Nyamuk, 7 Penderita DBD Masuk ke Puskesmas Melintang

Widiyanita mengatakan beberapa faktor penyebab Nyamuk DBD dengan nama lain Aedes aegypti ini berkembang di wilayah tersebut

Temuan Ada Peternak Jentik Nyamuk, 7 Penderita DBD Masuk ke Puskesmas Melintang
Bangkapos.com/Suhardi Wiranata
drg. Widiyanita Wahab,┬áKepala UPTD Puskesmas Melintang, Kota Pangkalping. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penderita demam berdarah dengue (DBD) yang tercatat Puskesmas Melintang, Kota Pangkalpinang sebanyak 7 orang penderita.

Kepala UPTD puskesmas Melintang, drg. Widiyanita Wahab kepada bangkapos.com, Kamis (13/2/2020) menjelaskan penderita DBD dari Kelurahan Parit Lalang sebanyak 2 orang, Kelurahan Keramat 1 orang, Kelurahan Pintu Air 1 orang, dari Melintang 2 orang dan 1 orang dari Kampung Asam.

"Minggu ini sudah ada pemeriksaan di beberapa titik wilayah, kami banyak menemukan jentik di tong untuk penampungan air hujan, di ban bekas dan kaleng," katanya Kepala UPTD puskesmas Melintang, drg. Widiyanita Wahab

Dari hasil laporan tersebut, Widiyanita mengatakan beberapa faktor penyebab Nyamuk DBD dengan nama lain Aedes aegypti ini berkembang di wilayah tersebut, bukan hanya DAS tetapi sering ditemukan benda-benda yang bisa menampung air.

Dia menuturkan, Jika Petugas menemukan benda-benda seperti tong, ban bekas yang berisikan air, maka petugas puskesmas akan langsung menguras atau menutup sampai mengubur benda tersebut. Karena dikhawatirkan berpotensi sebagai sarang nyamuk.

"Pernah juga petugas kami menemukan, di satu wilayah menemukan warga memang sengaja menernak jentik untuk pakan ikan hias, biasanya kami melakukan pendekatan agar mereka tahu bahwa itu merupakan bibit nyamuk DBD, biasanya kami suruh tutup biar nyamuknya tidak terbang keluar," lanjutnya.

Karena radius terbang nyamuk antara 100 sampai 200 m, Dia menganjurkan kepada masyarakat, khususnya di wilayah daerah aliran sungai (DAS) lebih meningkatkan kesadaran pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara 3 M (Menguras, Menutup dan Mengubur).

Ia mengatakan PSN lebih efektif memberantas DBD dibandingkan dengan fogging. Pasalnya, DBD disebabkan oleh virus atau nyamuk berkembang biaknya berada di tempat-tempat yang bersih.

"Sebenarnya fogging itu tidak menjamin bisa memberantas nyamuk DBD, Fogging hanya membunuh nyamuk nyamuk dewasa, kan tidak menjamin jentiknya mati" kata Widiyanita.

"Jika masih ada jentik seperti di bak mandi, pemampung air belakang Cool Case (Lemari Es) yaitu kembali lagi, karena nyamuk (nyamuk DBD) lebih menyukai air bersih," lanjutnya.  (Bangkapos.com/ Suhardi Wiranata)

Penulis: Suhardi Wiranata
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved