Berita Sungailiat

Tinjau Pengolahan Limbah PT BAA,Mulkan Berharap Tidak Ada Lagi Gejolak Masyarakat Terkait Bau Limbah

Bupati Bangka Mulkan dan rombongan melakukan peninjauan untuk memantau progress pengolahan limbah PT Bangka Asindo Agri (BAA

Tinjau Pengolahan Limbah PT BAA,Mulkan Berharap Tidak Ada Lagi Gejolak Masyarakat Terkait Bau Limbah
Bangkapos.com/Edwardi
Bupati Bangka Mulkan dan rombongan melakukan peninjauan untuk memantau progress pengolahan limbah PT BAA, Kamis (13/02/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Bupati Bangka Mulkan dan rombongan melakukan peninjauan untuk memantau progress pengolahan limbah PT Bangka Asindo Agri (BAA), Kamis (13/02/20200.

Peninjauan ini dilakukan terkait akan berakhirnya batas waktu yakni sekitar pertengahan bulan Maret 2020 yang disepakati bersama antara masyarakat Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Pemkab Bangka dan pihak perusahaan pengolahan tepung tapioka PT BAA untuk membenahi sistem instalasi pengolahan air limbah (Ipal) agar tidak lagi menimbulkan bau busuk.

Mulkan mengatakan setelah melakukan peninjauan ini, diketahui bahwa PT BAA sudah melakukan perbaikan-perbaikan terhadap Ipal-nya.

"Mungkin progress sudah sekitar 90 persen perbaikannya, kita menginginkan kedepan tidak ada lagi gejolak masyarakat terhadap bau limbah PT BAA," kata Mulkan kepada Bangkapos.com.

Ia menilai bau limbah sudah tertangani dengan baik, maka PT BAA dalam melakukan investasi juga akan merasa tenang.

"Kondisi bau limbah sampai saat ini sudah berkurang namun masih ada bau, hal inilah yang harus ditangani lebih baik lagi," ujar Mulkan.

Dikatakannya, selain itu limbah padat dari pabrik dari PT BAA ini juga harus ditangani, apakah nanti dilakukan pengemasan atau dibawa keluar sehingga tidak lagi menimbulkan bau yang tidak diharapkan.

IPAL PT BAA
IPAL PT BAA (Bangkapos.com/Edwardi)

Humas PT BAA, Sulaiman mengatakan salah satu parameter penanganan limbah adalah pH air limbahnya, dimana saat ini pH air limbah pada semua kolam sudah mencapai angka 7 atau netral.

"Soal bau kebetulan hari ini ada angin bertiup kearah pabrik sehingga teman-teman mencium baunya, memang ada sedikit namun sudah jauh berkurang dan intensitasnya juga sudah berkurang," jelas Sulaiman.

Menurutnya mengenai saran dan masukan cara penanganan limbah agar bau berkurang yang disarankan tim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan BLH Bangka semuanya sudah dikerjakan.

"Soal hasil biogas yang disarankan Pak Bupati Bangka agar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, hal itu masih kita pertimbangkan dan membutuhkan waktu karena teknologinya masih mahal sekali," kata Sulaiman.

Diakuinya hasil biogas saat ini belum dimanfaatkan dan dibuang saja, namun dalam waktu dekat biogas ini akan dimanfaatkan untuk pemanas dalam proses pembuatan tepung tapioka.

Peninjauan ini dilakukan Bupati Bangka Mulkan dengan didampingi Sekda Bangka Andi Hudirman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bangka, Meinalina, para kepala OPD dan pejabat dilingkungan Pemkab Bangka, Camat, Lurah, Babinkamtibmas, Babinsa dan stakeholder lainnya.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved