Bupati Markus Sebut Pentingnya Sertifikat Tanah untuk Warga Bangka Barat

Punya sertifikat tanah tentu sangat berharga, terlebih lagi bagi warga yang kurang mampu

Bupati Markus Sebut Pentingnya Sertifikat Tanah untuk Warga Bangka Barat
Ist
Bupati Markus SH menyampaikan sambutan saat menghadiri penyerahan sertifikat tanah di desa Air Belo, Jumat (14/2). 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Punya sertifikat tanah tentu sangat berharga, terlebih lagi bagi warga yang kurang mampu. Setidaknya, mereka memiliki kejelasan status tanah yang mereka miliki dari sertifikat tersebut.

Demikian penegasan Bupati Bangka Barat, Markus SH, dalam sambutan saat menghadiri penandatanganan MoU program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) antara Kantor Pertanahan Bangka Barat dengan Pemerintah Desa Air Putih, Pemerintah Desa Air Limau, Pemerintah Desa Air Belo, dan Pemerintah Desa Belo Laut di kantor desa Air Belo, Kecamatan Muntok, Jumat (14/02).

Bupati Markus menerima sertifikat tanah aset Pemda dari Kepala kantor BPN, Agustinus disaksikan Kajari Helena.
Bupati Markus menerima sertifikat tanah aset Pemda dari Kepala kantor BPN, Agustinus disaksikan Kajari Helena. (Ist)

"Tanah merupakan salah satu aset kita yang harus dikelola secara aman tanpa adanya persengketaan yang mungkin saja terjadi. Inilah peran program PTSL yang berfungsi untuk mengurang sengketa tanah yang terjadi dengan kepemilikan sertifikat. Sertifikat tanah ini tentu sangat penting sebagai dasar bukti kepemilikan tanah yang sah serta memberi kepastian hak atas kepemilikan tanah yang berkekuatan hukum," kata politisi PDI Perjuangan ini.

Bupati muda dan inovatif itu menegaskan, Pemkab Bangka Barat yang dipimpinnya sangat mendukung program PTSL yang merupakan program dari Presiden Joko Widodo kepada BPN melalui Nawa Cita.

"Kita Pemda sangat mendukung PTSL ini dengan membebaskan pajak BPHTB yang tentunya lebih meringankan masyarakat. Sekali lagi saya ajak warga yang belum memiliki sertifikat untuk segera mengurus hal tersebut," ujarnya.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat Helena Octavianne berpandangan, penyerahan sertifikat PTSL ini sebuah langkah awal yang baik, sebab sertifikat adalah bukti kepemilikan yang memberikan rasa aman dan nyaman dalam memiliki barang baik tanah, rumah dan lainnya.

Foto bersama usai penandatanganan kerja sama program PTSL
Foto bersama usai penandatanganan kerja sama program PTSL (Ist)

"Sebab mau dijaminkan ke bank harus sertifikat, bukan keterangan. Adanya sertifikat juga tidak memungkinkan terjadinya lagi yang namanya sengketa lahan. Saya himbau yang belum punya sertifikat segera dibuat. Tapi saya ingatkan, jangan sampai ada pungli, ada calo," tegas Helena.

Untuk diketahui, pada kesempatan ini sertifikat yang diserahkan adalah sertifikat kepemilikan hak atas tanah yang merupakan aset milik Pemda Kabupaten Bangka Barat sebanyak 8 sertifikat dan sertifikat masyarakat desa Air Belo sebanyak 157 sertifikat dari total 227 persil tanah.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Kantor Pertanahan Bangka Barat Agustinus Sahetapy, A. Ptnh, Asisten Setda M. Soleh, para kepala OPD, Kasi Pidsus Kajari Babar Agung, Kepala Desa Air Belo,Benny Asbandi, Kepala Desa Air Putih, Ayun Permana, Perwakilan Pemdes Air Limau, Perwakilan Pemdes Belo Laut, dan masyarakat desa Air Belo.

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved